IDI Jaksel Dorong Gerakan Donor Darah, Kebutuhan Darah di Jaksel Tembus 1.500 Kantong Sehari

IDI Jaksel Dorong Gerakan Donor Darah, Kebutuhan Darah di Jaksel Tembus 1.500 Kantong Sehari
Suasana berlangsungnya aksi sosial donor darah di kantor IDI Jakarta Selatan. (Foto: Spektroom/IIS).

Jakarta - Spektroom : Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Selatan, kolaborasi dengan PMI - DKI Jakarta dan PMI Jakarta Selatan, menggelar aksi sosial donor darah. Kegiatan kemanusiaan itu sekaligus dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Acara tersebut dilangsungkan di Kantor IDI Cabang Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026). Kebutuhan darah di Jakarta Selatan dapat mencapai sekitar 1.200 hingga 1.500 kantong per hari.

Ketua IDI Cabang Jakarta Selatan, Agung Wicaksono, mengatakan kegiatan donor darah ini, wujudnyata kepedulian IDI terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Selatan.

Menurutnya, kebutuhan darah di Jakarta Selatan cukup tinggi sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan stok darah, terutama ketika terjadi kondisi yang membutuhkan transfusi dalam jumlah besar.

"Aksi donor darah ini sangat diperlukan, untuk menjaga  ketersediaan darah khususnya yang ada di markas PMI Jakarta Selatan.  Misalnya, ketika kebutuhan darah meningkat, stok darah di PMI Jakarta Selatan harus tetap terjaga, supaya tidak terjadi kekosongan. Permintaan darah untuk pasien di rumah sakit dapat terpenuhi," ujarnya.

Ia, menjelaskan, pelaksanaan kegiatan donor darah itu, didukung oleh pengurus IDI Jakarta Selatan, unsur masyarakat, dan Pemkot Jakarta Selatan, hingga perangkat wilayah seperti RT, RW, kelurahan dan kecamatan," ungkapnya.

Ia, menyebutkan, bakti sosial donor darah, diikuti sekitar 50 peserta. Namun, jumlah tersebut diperkirakan bertambah karena masih terdapat masyarakat yang datang langsung untuk donor darah tanpa melakukan pendaftaran sebelumnya.

IDI Jakarta Selatan bahkan berencana meningkatkan frekuensi kegiatan donor darah pada tahun mendatang. Direncanakan kegiatan sosial itu dapat digelar dua hingga tiga kali dalam setahun, mulai tahun 2027.

Tahun ini, katanya, direncanakan masih ada satu kali lagi aksi sosial donor darah, pada Oktober mendatang, dalam rangka menyambut dan memperingati HUT ke-76 IDI.

Wakil Ketua IDI Cabang Jakarta Selatan, Sibroh Malisi, mengatakan, Sebelum donor, setiap pendonor akan melalui skrining untuk mendeteksi penyakit.

"Jika ditemukan hasil positif, pendonor akan mendapatkan tindak lanjut medis," ujar, Sibroh Malisi, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan Rumah Sakit, di PMI Jakarta.

Ia, menambahkan, donor darah secara rutin, membantu menjaga kesehatan jantung dan sirkulasi darah, menyeimbangkan kadar zat besi, merangsang pembentukan sel darah merah baru, serta memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental karena turut membantu sesama.

"Donor darah dilakukan umumnya sekitar 350–450 ml darah diambil dalam satu kali donor, sesuai kondisi pendonor," imbuhnya.

Ia, menyebutkan, syarat dasarnya antara lain berusia 17–60 tahun untuk pendonor pertama, berat badan minimal 45 kg, kondisi sehat, tekanan darah dan hemoglobin memenuhi batas yang ditentukan, serta jarak donor minimal 3 bulan bagi pendonor rutin.

"Yuk, mumpung kita masih sehat, bersama-sama berdonor darah di PMI terdekat. Mari berdonor darah, karena setetes darah Anda sangat berarti bagi kehidupan orang lain," ucapnya mengajak.

Secara terpisah, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari, menyebutkan, kebutuhan darah di Jakarta Selatan dapat mencapai sekitar 1.200 hingga 1.500 kantong per hari. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah.

"Saya mengapresiasi dan berterimakasih, atas inisiasi IDI Jakarta Selatan dalam melaksanakan aksi donor darah. Semoga menjadi getok tular kepada pihak lainnya," harapnya.

Berita terkait

Rektor Undip Ingatkan Mahasiswa Baru: Bijak Bermedsos, Jangan Jadi Bagian dari 'Global Stupidity'

Rektor Undip Ingatkan Mahasiswa Baru: Bijak Bermedsos, Jangan Jadi Bagian dari 'Global Stupidity'

Semarang - Spektroom: Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Suharnomo, SE, M.Si, mengingatkan para mahasiswa baru untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Mahasiswa diminta berpikir matang sebelum membuat atau membagikan konten, serta selalu mempertimbangkan etika dan dampak jangka panjangnya Pesan penting ini disampaikan Prof. Suharnomo saat menghadiri acara

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko