Idulfitri 1447 H,lingkungan Muhammadiyah Lowokwaru : Dari Kemenangan Spiritual Menuju Kebangkitan Umat
Malang-Spektroom : Idulfitri 1447 Hijriah di lingkungan Muhammadiyah Lowokwaru menjadi momentum refleksi sekaligus seruan kebangkitan umat. Ribuan jamaah memadati Lapangan Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, Jumat (20/3/2027), untuk melaksanakan Sholat Idulfitri dengan penuh kekhusyukan.
Bertindak sebagai imam dan khotib, Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., dosen FMIPA Universitas Brawijaya sekaligus Wakil Ketua PWM Jawa Timur, menyampaikan khutbah bertema “Idul Fitri: Kemenangan Spiritual, Menuju Kebangkitan Peradaban Islam.”
Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai pijakan dalam meningkatkan kualitas diri.
“Kita diharapkan berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya. Artinya hidup kita harus bermakna dalam satu tahun ke depan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, makna umur panjang tidak hanya diukur dari lamanya hidup, tetapi dari seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada sesama. Nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan—seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial—harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya peran umat Islam dalam membangun peradaban yang berkemajuan. Kebangkitan tersebut, kata dia, dimulai dari individu yang berintegritas, keluarga yang harmonis, hingga masyarakat yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan akhlak mulia.
“Spiritualitas tidak boleh berhenti di tempat ibadah. Ia harus hadir dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pekerjaan, bermasyarakat, maupun dalam kontribusi terhadap bangsa,” tegasnya.
Pelaksanaan Sholat Idulfitri yang digelar oleh warga Muhammadiyah Lowokwaru ini berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Antusiasme jamaah yang hadir mencerminkan kuatnya ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Momentum Idulfitri ini pun menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati bukan hanya dirasakan saat hari raya, tetapi ketika umat mampu menjaga konsistensi kebaikan setelah Ramadan.
Dari Kota Malang, pesan kebangkitan umat menggema—mengajak setiap Muslim untuk bangkit, bergerak, dan berkontribusi dalam membangun peradaban Islam yang lebih maju dan bermartabat.