Iklim di Indonesia Alami 3 Krisis, Apa Saja?

Iklim di Indonesia Alami 3 Krisis,  Apa Saja?
Allan Rosehan Kordinator Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kementerian Lingkungan Hidup. (Foto: Capture Zoom Meet).

Spektroom - Prinsip Utama Desain SNDC (Second Nationally Determined Contribution) atau ,Kontribusi Ditentukan Secara Nasional Kedua, adalah dokumen komitmen iklim yang diperbarui oleh suatu negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.

SNDC berisi target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Harmonisasi Visi Pengelolaan Lingkungan Hidup, Rencana Prioritas Nasional dan Komitmen Global.

Periode Second NDC, dari 1 Januari 2031 - 31 Desember 2035, adalah pernyataan komitmen Indonesa dan bukan pernyataan target pencapaan pelaksanaan program.

Hal tersebut dikatakan Kordinator Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kementerian Lingkungan Hidup, Allan Rosehan pada Rembuk Pembangunan Pemuda 2025 bertajuk "Kepemimpinan Orang Muda Sebagai Pelopor Pelestarian Lingkungan" di Bogor, Jum'at (25/7/2025).

Foto Capture Zoom meet

Sebagai sebuah komitmen, lanjut Allan Rosehan, SNDC seperti halnya First NDC, UNDC dan ENDC, didesain berdasarkan kondisi nasional yang mencakup kebijakan di tingkat nasional dan sektor, kemampuan dan kapasitas pendanaan, kelembagaan dan OM.

audio-thumbnail
EGRK ALLAN
0:00
/110.791688

"SDNC didasarkan kepada kebijakan yang ditetapkan oleh Presiden, dalam dokumen Asta Cita, khususnya Target pertumbuhan ekonomi 8% di 2029, sebagai rujukan RPJPN 2025 - 2045 dan RPJMN 2025 - 2029." terang dia.

Secara Umum, lanjut Allan lagi, Iklim di Indonesia mengalami 3 krisis, yaitu perubahan iklim, kerusakan biodiversity dan krisis karena pencemaran lingkungan.

"Untuk mengatasinya ada lima sektor yang selalu kita monitor, ditahun 2023 Emisi Gas Rumah Kaca kita kontribusi terbesar adalah dari sektor energi, yang mencapai 55,30% dari total emisi gas rumah kaca Indonesia." terangnya lagi.

Selain sektor energi kontribusi emisi gas rumah kaca diikuti oleh sektor Sektor kehutanan dan lahan atau Forest and Other Land Use (FOLU) akan mencapai net sink pada tahun 2030.

Selanjutnya sektor FOLU juga akan berfungsi sebagai penyerap karbon sektor lain, sebesar 22,5%, kemudian sektor limbah, sektor pertanian dan juga sektor IPPU (Industrial Processes and Product Use) atau Proses Industri dan Penggunaan Produk.(@Ng).

Berita terkait

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

Yogyakarta,-Spektroom – Industri pariwisata kesehatan (wellness tourism) Indonesia dinilai berada di persimpangan penting, antara sekadar mengikuti tren global atau membangun identitas khas yang berakar pada budaya Nusantara. Isu tersebut menjadi sorotan dalam sharing session bertajuk “Pengembangan Cultural Wellness Tourism sebagai Produk Wisata Unggulan DIY” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pariwisata STP

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Muspimran I Aisyiyah Padang Bulan, PC A Tanjung Sari: Forum Strategis Mengevaluasi Program dan Merumuskan Kebijakan Organisasi

Muspimran I Aisyiyah Padang Bulan, PC A Tanjung Sari: Forum Strategis Mengevaluasi Program dan Merumuskan Kebijakan Organisasi

Medan - Spektroom : Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Tanjung Sari resmi membuka Musyawarah Pimpinan (Muspimran) I 'Aisyiyah Padang Bulan periode 2022-2027, Sabtu (9/5/2026) mengusung tema _“Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Menuju 'Aisyiyah Padang Bulan Berkeadilan'. Pembukaan dilakukan Ketua PCA Tanjung Sari Salmawati ditandai dengan pembacaan basmalah. Turut

Hartati Rangkuti