PTPN I Genjot Produksi Karet di Bengkulu, Jadikan Padang Pelawi Rujukan Nasional
Jakarta, Spektroom – Di bawah rimbunnya pepohonan karet di Bengkulu, Direktur Produksi PTPN I Fauzi Omar meninjau langsung jalur sadap di Kebun Padang Pelawi, Rabu (6/5/) lalu. Didampingi tim teknis kantor pusat, kunjungan ini menjadi langkah krusial untuk mengakselerasi kembali produksi karet Regional 7 yang tengah menghadapi tantangan.
Dari hasil peninjauan, Fauzi menilai capaian produksi kebun belum selaras dengan target perusahaan. Meski tren mulai tumbuh, angka realisasi masih di bawah ekspektasi. “Setiap tetes lateks yang tidak tersadap adalah potensi yang hilang di tengah upaya korporasi untuk terus bertumbuh,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Fauzi menekankan disiplin dalam penggalian produksi sebagai kunci kebangkitan. Ia menyoroti persoalan kekurangan tenaga sadap dan rendahnya kapasitas penyadap akibat hanca yang belum tersentuh optimal. “Instruksinya jelas: setiap jengkal areal kerja harus tersentuh pisau sadap. Tidak ada ruang membiarkan area produktif tanpa kontribusi,” tegasnya.

Fauzi memberi perhatian khusus pada aspek pengolahan. Unit ini tidak hanya dilihat sebagai mesin produksi saat ini, tetapi juga prototipe masa depan. Layout dan efisiensi pabrik Padang Pelawi resmi ditetapkan sebagai rujukan utama studi banding bagi rencana pembangunan pabrik Standard Indonesian Rubber (SIR) di Merbuh, Regional 3.
Penetapan ini mempertegas posisi Padang Pelawi sebagai pusat keunggulan teknis. Standar operasionalnya akan direplikasi untuk memperkuat infrastruktur pengolahan karet nasional.
Fauzi mengingatkan, Kebun Padang Pelawi memikul mandat berat sebagai tulang punggung karet Regional 7 sekaligus barometer PTPN I. “Sebagai unit andalan, konsistensi produktivitas di Padang Pelawi tidak boleh goyah. Kebun ini cermin kualitas komoditas karet di seluruh lingkungan perusahaan,” katanya.

Diharapkan ,dengan pengawasan ketat dan pembenahan teknis di setiap lini hanca, PTPN I optimistis kejayaan produksi karet di Bengkulu akan kembali ke jalur yang semestinya.