Dilema UMKM : Utang Lunas Masih Di-blacklist BI Checking

Dilema UMKM : Utang Lunas Masih Di-blacklist BI Checking
Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, angkat bicara UMKM Di-blacklist BI Checking. (Foto Spektroom)

Jakarta - Spektroom : Usaha mikro sering kali diibaratkan seperti rumput yang layu terhempas angin. Ketika pemerintah mengucurkan dana triliunan rupiah melalui perbankan untuk stimulus modal, banyak pelaku usaha kecil justru gigit jari. Bayang-bayang status hitam di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK menjadi tembok tebal yang memisahkan mereka dari permodalan.

Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersandera status buruk dalam SLIK OJK. Ironisnya, catatan hitam ini tetap melekat meskipun utang pokok dan bunga telah lunas sepenuhnya. Keterlambatan sinkronisasi data perbankan dan riwayat masa lalu membuat mereka seolah tak kunjung bersih di mata sistem perbankan.

UMKM di Gading Raya,Jakarta Timur (Foto Spektroom)

Paradoks Anggaran vs Aturan Bank

Pemerintah telah mengalirkan dana raksasa ke Bank Himbara demi menggerakkan ekonomi akar rumput. Namun, aturan pengecekan kredit (BI Checking) yang kaku membuat dana tersebut gagal terserap. Berbeda dengan korporasi besar yang memiliki agunan besar, laporan audit keuangan, dan sistem bisnis yang stabil, pelaku UMKM sangat rentan terhadap krisis yang mempengaruhi kelancaran angsuran mereka.

Langkah KADIN DKI Jakarta

Merespons hal ini, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, mengakui masalah ini terjadi karena masih ada pelaku UMKM yang kurang profesional dalam mengelola dana usaha. Meski demikian, KADIN DKI Jakarta tak tinggal diam. Lembaga ini terus memberikan masukan kepada OJK agar nama pelaku usaha bisa dibersihkan kembali.

"Berharap ada evaluasi skor kredit sebagai syarat pemutihan ke bank penyalur kredit dan Sistem SLIK OJK yang jadi penghalang permodalan UMKM," tegas Diana Dewi. di Ciawi, Bogor, Kamis (9/7/2026)

Harapan dan Solusi ke Depan

Saat ini, pemerintah terus mengkaji program Hapus Tagih Utang atau pemutihan piutang macet agar catatan nama baik UMKM bisa pulih. Optimalisasi SLIK juga terus diperbaiki agar pengusaha kecil yang layak tidak terusir dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sekaligus menjauhkan mereka dari jerat pinjol ilegal dan rentenir.

Berita terkait

Dinas Tanaman Pangan,Holtikultora Dan Perkebunan Berkomitmen Menjaga Stabilitas Pasokan Pangan

Dinas Tanaman Pangan,Holtikultora Dan Perkebunan Berkomitmen Menjaga Stabilitas Pasokan Pangan

Bogor-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) terus berkomitmen menjaga stabilitas pasokan pangan serta mengendalikan inflasi daerah melalui penguatan sektor pertanian. Melalui UPT Pertanian Wilayah V, Distanhorbun secara aktif mendistribusikan bibit tanaman produktif kepada kelompok tani penerima manfaat di wilayah Kabupaten Bogor sebagai upaya meningkatkan

Asmari, Bian Pamungkas
PMK Nomor 44 Tahun 2026 Permudah Penunjukan Kuasa Wajib Pajak

PMK Nomor 44 Tahun 2026 Permudah Penunjukan Kuasa Wajib Pajak

Banjarmasin–Spektroom : Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus memperkuat kualitas layanan perpajakan dengan menghadirkan regulasi yang memberikan kemudahan sekaligus kepastian hukum bagi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44 Tahun 2026 tentang Kuasa Wajib Pajak. Melalui aturan terbaru ini, Wajib Pajak kini memiliki fleksibilitas lebih besar

Junaidi, Bian Pamungkas
Perwakilan BKKBN Maluku Utara Audiensi dengan Pemkab Halmahera Tengah Sinergikan Program Prioritas Nasional

Perwakilan BKKBN Maluku Utara Audiensi dengan Pemkab Halmahera Tengah Sinergikan Program Prioritas Nasional

Weda–Spektroom : Dalam rangka memperkuat sinergi Program Prioritas Nasional, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos., melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Rabu (8/7/2026). Audiensi yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bupati Halmahera Tengah ini, Plt

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru