Indikator Keberhasilan Asset Recovery Dapat Dilihat Dari Peningkatan Kesra dan Terwujudnya Keadilan Sosial

Indikator Keberhasilan Asset Recovery Dapat Dilihat Dari Peningkatan Kesra dan Terwujudnya Keadilan Sosial
Auliah Andika Rukman saat terima tanda Lulus Doktor Ilmu Hukum dari Ketua Tim Penyanggah ( Spektroom / yahya)

Makassar-Spektroom : Kejahatan korupsi di Indonesia tidak hanya tercermin dari jumlah perkara dan pelaku yang di proses secara hukum namun juga dari besarnya dampak kerugian keuangan negara yang di timbulkannya.Hal tersebut dapat teihat dari laporan hasil pemantauan tren penindakan korupsi yang secara berkala di susun oleh Indonesian Corruption Watch ICW,dimana tahun 2020-2024 menunjukkan dinamika yang signikan.

Jumlah perkara dan tersangka mengalami peningkatan konsisten hingga puncaknya pada tahun 2023,kemudian menurun secara drastis tahun 2024.Penurunan ini tidak serta merta berkurangnya dampak korupsi,sebaliknya data menunjukkan paradoks penegakan hukum ,dimana jumlah kasus menurun tetapi potensi kerugian negara melonjak secara ekstrim.

Hal ini di ungkapkan Promovenda Auliah Andika Rukman dalam desertasinya tentang Esensi pengembalian kerugian keuangan negara dan perekonomian negara pada tindak pidana korupsi dalam mewujudkan keadilan sosial ,ketika mengikuti uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor ilmu hukum konsentrasi hukum pidana pada Program Pascasarjana PPs umi makassar di kampus PPs umi urip sumaharjo Sabtu (7/3/2026)

Gelar uji kompetensi dilaksanakan dipimpin Direktur PPs umi makassar Prof Dr.H.La Ode Husen SH MHum ).

Menurut Auliah Andika Rukman dominasi perkara dengan konstruksi kerugian keuangan negara menunjukkan orientasi penegakan hukum korupsi masih sangat bertumpu pada pembuktian unsur delik dan pemidanaan pelaku,sementara pemulihan kerugian keuangan negara melalui perampasan aset dan uang pengganti belum menjadi arus utama dalam praktek penegakan hukum.

Padahal besarnya potensi kerugian negara sebagai mana tercermin dalam data tahun 2024 menegaskan bahwa korupsi menimbulkan kerugian kolektif yang berdampak langsung pada kemampuan negara dalam memenuhi kewajiban konstitusionalnya. Menyediakan layanan publik, serta menjamin kesejahteraan masyarakat,artinya menunjukkan ketimpangan antara intensitas penindakan dan efektifitas pemulihan keuangan negara.Karena itu Auliah Andika Rukman,yang berhasil meraih nilai Pujian , menyarankan diperlukan regulasi yang secara tegas menempatkan pemulihan hak sosial- ekonomi masyarakat sebagai korban kolektif dalam tindak pidana korupsi.

Dengan demikian indikator keberhasilan asset recovery tidak hanya pada besaran dana yang kembali ke kas negara tapi juga dampaknya terhadap peningkatan kesejshteraan rakyat dan terwujudnya keadilan sosial.

Berita terkait

1 Muharram  Merupakan Harapan Baru Ketika Sebuah Masjid Diproyeksikan Menjadi Pusat Kehidupan Warga

1 Muharram Merupakan Harapan Baru Ketika Sebuah Masjid Diproyeksikan Menjadi Pusat Kehidupan Warga

Depok – Spekstroom:Suasana libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di kawasan Perumahan Orchid Green Park, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Selasa (16/6/2026), terasa berbeda. Di tengah semangat menyambut tahun baru Islam, warga berkumpul menyak sikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Munaroh Abdullahar, sebuah rumah ibadah

Wismo Basuki, Nurana Diah Dhayanti
Polda Maluku Perketat Seleksi Psikologi Casis Polri, Karo SDM Tegaskan Rekrutmen Berbasis Merit dan Bebas Intervensi

Polda Maluku Perketat Seleksi Psikologi Casis Polri, Karo SDM Tegaskan Rekrutmen Berbasis Merit dan Bebas Intervensi

Ambon–Spektroom: Polda Maluku terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan berbasis merit. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pemeriksaan Psikologi (Rikpsi) Tahap II dalam rangka penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipantau langsung oleh Ketua Panitia Daerah Penerimaan Polri Polda Maluku,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Serap Aspirasi dari Bawah, Sekretaris Kemendukbangga Berdialog Dengan PKB/PLKB di Tidore

Serap Aspirasi dari Bawah, Sekretaris Kemendukbangga Berdialog Dengan PKB/PLKB di Tidore

Tidore–Spektroom : Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN RI, Budi Setiyono, meninjau Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Tidore sekaligus berdialog dengan para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Dalam kunjungan tersebut, Prof. Budi Setiyono didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru