Indonesia Dapat Izin Khusus Saudi, Kampung Haji Siap Dibangun di Lahan 84 Hektare
Malang-Spektroom : Pemerintah Indonesia memperoleh izin khusus dari Kerajaan Arab Saudi untuk membangun Kampung Haji Indonesia di Makkah, sebuah langkah besar yang sebelumnya mustahil dilakukan karena aturan ketat kepemilikan lahan di wilayah Masya’il Haram. Hal tersebut ditegaskan oleh Staf Ahli Presiden Bidang Haji dan Umroh, Prof. Dr. Muhajir Effendy, usai melakukan kunjungan kerja ke Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam agenda halal bihalal dan launching website kampus, Selasa (31/3/2026).
Prof. Muhajir menjelaskan bahwa Indonesia kini menjadi satu-satunya negara yang diberi restu oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), untuk memiliki lahan di kawasan strategis tersebut. Persetujuan ini diberikan setelah Presiden Prabowo Subianto mendelegasikan eksekusi proyek kepada Danantara, sekaligus berdiplomasi langsung dengan pemerintah Saudi.
“Secara aturan, tidak ada negara yang boleh memiliki lahan di kawasan Masya’il Haram. Tetapi khusus Indonesia, MBS memberikan izin. Ini bentuk kepercayaan yang luar biasa,” tegas Prof. Muhajir.
Sebagai langkah konkret, pemerintah telah mengakuisisi dua hotel atau tower berkapasitas 1.400–1.600 jamaah. Selain itu, Indonesia juga tengah menyelesaikan proses pembayaran lahan seluas 84 hektare, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Masjidil Haram. Lahan ini nantinya menjadi pusat pembangunan Kampung Haji Indonesia.
Pada tahap awal, akan dibangun 13 tower sebagai hunian jamaah, disusul dengan pengembangan bertahap hingga membentuk kawasan tematik berisi blok-blok hunian, fasilitas kesehatan, pusat perniagaan, dan layanan publik lainnya. Rencana besar lainnya adalah pembangunan terowongan khusus yang menghubungkan langsung Kampung Haji dengan Masjidil Haram, sehingga pergerakan jamaah Indonesia lebih teratur dan tidak mengganggu jalur jamaah negara lain.
Prof. Muhajir menyebut proyek ini merupakan mimpi besar yang telah berkembang sejak masa Presiden Soeharto dan baru terwujud secara nyata pada pemerintahan saat ini. “Pak Prabowo punya komitmen penuh untuk mempercepat pembangunan. Jika periode berikutnya berlanjut, realisasinya bisa makin cepat,” katanya.
Kampung Haji Indonesia diproyeksikan menjadi kawasan mandiri dengan fasilitas modern yang mampu menampung puluhan ribu jamaah secara bertahap. Selain meningkatkan kenyamanan, proyek ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian Indonesia dalam penyelenggaraan haji.
“Alhamdulillah, mimpi 40 tahun akhirnya menuju kenyataan,” ujar Prof. Muhajir.
Pembangunan Kampung Haji ini sekaligus menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji dan memperkuat posisi negara dalam dinamika haji internasional.