Indonesia Inisiasi Pernyataan Bersama Keamanan UNIFIL Didukung 73 Negara

Indonesia Inisiasi Pernyataan Bersama Keamanan UNIFIL Didukung 73 Negara
Dubes RI di PBB Umar Hadi bersama perwakilan berbagai negara, antara lain Inggris, Rusia, RRT, Pakistan, Bahrain, Spanyol, dan Malaysia di PBB, New York, Rabu ( 9/4/2026)( Foto Kemlu RI )

Jakarta - Spektroom : Merespons perkembangan situasi keamanan terkini di Lebanon yang berdampak terhadap pasukan penjaga perdamaian (peacekeepers), Indonesia menginisiasi Joint Statement on the Safety and Security of Peacekeepers yang didukung oleh negara-negara kontributor pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) serta sejumlah negara lainnya.

Hingga pukul 16.30 waktu New York (9/4/2026), sebanyak 73 negara dan observer PBB telah bergabung dalam Joint Statement.

Joint Statement (pernyataan bersama) dibacakan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Umar Hadi, dalam media stakeout yang diselenggarakan bersama oleh Indonesia dan Prancis di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Rabu ( 9/4/2026), yang turut dihadiri oleh perwakilan berbagai negara, antara lain Inggris, Rusia, RRT, Pakistan, Bahrain, Spanyol, dan Malaysia.

"Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar", kata Umar Hadi dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (10/4/2026).

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut konkret dari komitmen Indonesia yang disampaikan oleh Menlu RI, Sugiono untuk mengambil langkah tegas dalam merespons serangkaian serangan sejak akhir Maret 2026.

Serangan tersebut menyebabkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia serta melukai sejumlah personel lainnya dari Prancis, Ghana, Indonesia, Nepal dan Polandia.

"Kementerian Luar Negeri RI terus mendorong Dewan Keamanan PBB melanjutkan penyelidikan secara menyeluruh terhadap seluruh insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian" ujar Umar Hadi

Negara-negara kontributor juga menyerukan penghentian kekerasan di Lebanon, deeskalasi ketegangan, serta mendorong agar seluruh pihak kembali ke meja perundingan guna mencapai penyelesaian damai.

Dalam Joint Statement on the Safety and Security of Peacekeepers tersebut, negara-negara kontributor UNIFIL menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi ketegangan di Lebanon sejak 2 Maret 2026, serta dampaknya terhadap keselamatan dan keamanan personel pasukan penjaga perdamaian.

Negara-negara tersebut juga mengecam dengan tegas berlanjutnya serangan terhadap UNIFIL, termasuk tindakan agresif terhadap personel dan pimpinan UNIFIL dalam beberapa waktu terakhir yang tidak dapat dibenarkan.

“Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memperkuat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah situasi yang semakin berbahaya,” tegas Duta Besar Umar Hadi.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Kuansing Ditargetkan Rampung Bulan Agustus 2026, Wabup Tekankan Kualitas Dan Ketetapan Waktu

Sekolah Rakyat Kuansing Ditargetkan Rampung Bulan Agustus 2026, Wabup Tekankan Kualitas Dan Ketetapan Waktu

Teluk Kuantan-Spektroom : Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus menunjukkan progres positif. Proyek yang menjadi salah satu upaya peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026 mendatang. Pengawas konstruksi, Ayub, menjelaskan bahwa hingga saat ini pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Ia optimistis seluruh proses

Salman Nurmin, Rafles