Trending

Indonesia Peringkat Pertama Dunia Disektor Modest Fashion & Pariwisata Ramah Muslim

Indonesia Peringkat Pertama Dunia Disektor Modest Fashion & Pariwisata Ramah Muslim
Basyaruddin Akhmad - Asisten II Bidang Ekubang Setdaprov Sumsel (Foto Capture YouTube RAFA TV Official).

Palembang - Spektroom: Kabar Grup Indonesia (KGI) menggelar Forum Ekonomi Regional Sumatra 2026 di Kampus UIN Raden Fatah Palembang, Sumatra Selatan, Senin 20 April 2026.

Pemilihan tema ekonomi syariah didasarkan pada besarnya potensi pasar domestik yang belum tergarap optimal.

Indonesia memiliki populasi sebesar 288,3 juta jiwa, dengan sekitar 87 persen atau 250 juta di antaranya merupakan umat Muslim.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya mendorong ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan regional. Fokus ini sejalan dengan penetapan ekonomi syariah sebagai prioritas nasional dalam RPJPN 2025–2045.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sumatera Selatan Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., mewakili Gubernur Sumatera Selatan, menyampaikan bahwa ekonomi syariah terus menjadi sektor strategis yang digali pemerintah karena dampaknya terhadap perekonomian nasional.

“Ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu sektor yang terus kita dorong karena memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional dan daerah,” ujar Basyaruddin dalam sambutan pembukanya, Senin, (20/4/ 2026).

Dirinya menjelaskan bahwa ekonomi syariah mencakup berbagai aktivitas ekonomi berbasis prinsip syariat Islam, mulai dari perbankan, investasi, industri halal, perdagangan, hingga kewirausahaan. Cakupan yang luas ini dinilai memberikan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi penguatan ekonomi domestik.

Forum bertajuk "Ekonomi Syariah Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Regional" ini, menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya Dirjen Bimbingan Masyarakat (BIMAS) Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad.

Dalam paparannya, Abu Rokhmad menyebut, posisi Indonesia juga merupakan destinasi investasi halal terbesar di dunia dengan jumlah 40 transaksi senilai USD1,6 miliar sepanjang 2023.

"Kemudian di sektor riil, Indonesia menduduki peringkat pertama dunia di sektor modest fashion, serta posisi teratas di sektor pariwisata ramah Muslim, kosmetik, dan juga farmasi halal" ujarnya melalui akun YouTube RAFA TV Official.

Pencapaian Indonesia berikutnya dalam ekonomi syariah global juga ditunjukkan dengan kontribusi Halal Value Chain yang menyumbang 27,34 persen atau Rp.4,832 triliun terhadap PDB (Produk Domestik Bruto nasional pada triwulanan 3 tahun 2025.

audio-thumbnail
Voice Abu Rokhmad Syariah
0:00
/161.19

Menurutnya, dengan menempatkan ekonomi halal sebagai tema sentral diplomasi ekonomi, adalah momentum emas bagi regional Sumatera untuk mengambil peran dalam rantai nilai global.

"Menteri Agama K.H Nazaruddin Umar memandang, bahwa penguatan ekonomi syariah harus bermuara pada satu tujuan yaitu pemberdayaan ekonomi umat. Kementerian Agama melakukan berbagai macam intervensi melalui beberapa jalur" ujarnnya lagi

Jalur yang pertama adalah redefinisi literasi, melampaui ritual menuju substansi. Kami ingin merubah cara pandang masyarakat terhadap ekonomi syariah. Literasi publik tidak boleh berhenti hanya pada aspek ritual semata.

"Masyarakat harus memahami bahwa halal misalnya juga mencakup tata kelola yang baik, keadilan dalam bertransaksi, serta dampak positif terhadap lingkungan dan sosial atau yang kita sebut sebagai ISJ syariah" tandasnya lagi.(@Ng).

Berita terkait

Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Perempuan dalam Dunia Kerja dan Kepemimpinan

Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Perempuan dalam Dunia Kerja dan Kepemimpinan

Malang - Spektroom : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menyoroti kesenjangan partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan keterwakilan di posisi strategis kepemimpinan. Meski akses perempuan ke sektor ekonomi terus berkembang, kesempatan menduduki jabatan pengambil keputusan dinilai masih belum setara. Persoalan tersebut disampaikan Arifatul dalam Women’s

Buang Supeno
Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Ternate–Spektroom : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Ternate menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Antidiabetik Fuli Pala dan Potensinya dalam Pengembangan Pangan Fungsional”. Kegiatan berlangsung di Ruang Multifungsi Poltekkes Kemenkes Ternate dengan menghadirkan Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc. sebagai narasumber dan moderator Dr. Fahmi Abdul Hamid, SKM.

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan operasi yustisi massal untuk menindak warga maupun pelaku usaha yang masih membuang sampah sembarangan. Penindakan akan dilakukan serentak dengan melibatkan aparat lintas sektor, menyasar 94 titik pembuangan sampah liar yang tersebar di seluruh kecamatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor

Bian Pamungkas