RI - Singapura Jadikan 60 Tahun Diplomatik Arah Strategis Masa Depan
Jakarta - Spektroom : Indonesia dan Singapura memiliki kedekatan yang tak bisa dipisahkan karena faktor geografis.
Singapura adalah investor asing terbesar bagi Indonesia (USD 17,4 miliar pada 2025) dan salah satu mitra dagang utama di ASEAN (USD 32,86 miliar). Kunjungan wisatawan Singapura yang mencapai 1,52 juta pada 2025 juga mencerminkan kuatnya konektivitas kedua negara.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu ) RI dalam keterangan resmi menyatakan ketika menerima kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Republik Singapura Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan selama enam dekade hubungan bilateral telah dibangun melalui kepercayaan strategis, manfaat bersama, dan tujuan yang sama.
Pertemuannya dengan Vivian Balakrishnan, di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026) Sugiono menegaskan ini menjadi bagian dari persiapan Leaders’ Retreat menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.
"Ini bukan sekadar peringatan diplomatik, tetapi juga momentum untuk memperkuat kembali kemitraan dengan energi baru arah strategis kita di masa depan" kata Sugiono.
Kedua Menlu juga menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor prioritas, termasuk transisi energi, pengembangan energi terbarukan, dan interkoneksi listrik lintas batas. Inisiatif ini diharapkan mendorong efisiensi energi sekaligus memperkuat konektivitas kawasan.
Di bidang ketahanan pangan, kedua negara mendorong kemitraan agribisnis yang lebih erat untuk memperkuat rantai pasok kawasan. Kerja sama ekonomi juga terus diperluas, antara lain melalui penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta pengembangan kawasan industri berkelanjutan.
Dalam konteks kawasan, kedua Menlu menekankan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks. ASEAN harus menjadi jangkar stabilitas, sekaligus memastikan kawasan tetap terbuka, stabil, dan terhubung