Sekolah Lapangan Creative Hub 2026 Digelar di Sikalang, Cetak Nagari Kreatif Berbasis Digital
Sawahlunto– Spektroom : Sebanyak 50 peserta dari 12 nagari dan desa se-Sumatera Barat mengikuti kegiatan Sekolah Lapangan Nagari/Desa Creative Hub Tahun 2026 yang digelar di Desa Sikalang selama tiga hari, mulai Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar kolaboratif untuk mendorong lahirnya nagari kreatif, inovatif, dan berbasis teknologi digital.
Program itu menghadirkan berbagai materi pengembangan potensi nagari, penguatan UMKM, pemanfaatan platform digital, hingga strategi membangun ekonomi kreatif berbasis masyarakat desa.
Kepala Desa Desa Sikalang, Lambang Wicakaono, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori, tetapi juga memperkuat pengalaman langsung dan kolaborasi antar peserta.
“Selama kegiatan berlangsung, peserta belajar bersama tentang pengembangan potensi nagari/desa, penguatan UMKM, hingga pemanfaatan platform digital untuk mendorong lahirnya nagari yang lebih kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” ujar Lambang.
Menurutnya, seluruh peserta juga menginap di homestay milik warga Desa Sikalang sehingga mereka dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat desa sekaligus mempererat semangat gotong royong dan kolaborasi.
“Peserta tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hidup bersama masyarakat melalui homestay. Ini menjadi pengalaman penting untuk memahami bagaimana membangun desa dari akar komunitasnya,” tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan konsep Nagari Creative Hub (NCH), yakni pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat berbasis nagari/desa yang dikembangkan di Sumatera Barat sebagai strategi pembangunan ekonomi desa berbasis teknologi, kreativitas, dan penguatan potensi lokal.
Konsep NCH menggabungkan berbagai fungsi mulai dari ruang kreativitas masyarakat, pusat pelatihan digital, tempat pengembangan UMKM, hingga pusat promosi budaya dan wisata lokal.
Melalui program tersebut, nagari diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang mampu bersaing di era digital.
Berbagai program yang dikembangkan dalam Nagari Creative Hub di antaranya pelatihan jualan online melalui marketplace dan TikTok Shop, pelatihan desain grafis, pengembangan konten media sosial, studio podcast dan video kreatif, hingga penguatan branding produk UMKM lokal.
Selain itu, program tersebut juga mendorong pengembangan desa wisata, coworking space bagi pemuda nagari, pelatihan digital marketing, editing video, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Konsep utama Nagari Creative Hub ialah menggabungkan potensi lokal, kreativitas, dan teknologi digital. Berbagai potensi khas nagari seperti tenun, songket, kopi, madu, pertanian, wisata alam, seni randai, hingga kerajinan lokal diarahkan agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.
Melalui pendekatan digital dan branding modern, produk-produk lokal diharapkan mampu menjangkau pasar lebih luas, termasuk pasar nasional hingga internasional.
Saat ini, sejumlah nagari di Sumatera Barat telah dijadikan pilot project pengembangan Nagari Creative Hub, di antaranya Nagari Sikalang dan Nagari Toboh Gadang Barat.
Program tersebut dinilai memiliki konsep serupa inkubator bisnis desa dan ekosistem startup berbasis nagari, dengan tujuan membuka lapangan kerja baru, mengurangi urbanisasi anak muda ke kota, serta menciptakan identitas ekonomi mandiri bagi setiap nagari.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Sekolah Lapangan Nagari/Desa Creative Hub 2026 di Desa Sikalang diharapkan menjadi langkah nyata mempercepat transformasi desa di Sumatera Barat menuju nagari modern berbasis kreativitas dan teknologi digital..(Ris1)