Indonesia Tampilkan Produk Unggulan di FILDA 2025 Angola, Perkuat Jejaring Ekonomi di Afrika

Indonesia Tampilkan Produk Unggulan di FILDA 2025 Angola, Perkuat Jejaring Ekonomi di Afrika
FILDA 2025 melibatkan lebih dari 1.100 peserta dari berbagai negara, termasuk Portugal, Brasil, Uni Emirat Arab, Jerman, Tiongkok, dan Indonesia.(Dok KBRI Angola )

Spektroom - Partisipasi Indonesia dalam pameran dagang terbesar di Angola (FILDA) 2025 yang digelar di Zona Ekonomi Khusus (ZEE) Luanda Exhibition Park, Ícolo e Bengo menjadi wujud nyata komitmen memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Angola, sekaligus meningkatkan eksistensi produk-produk unggulan Indonesia di pasar Afrika Sub-Sahara.

Paviliun Indonesia hadir di zona internasional FILDA, menampilkan beragam produk ekspor potensial, seperti makanan ringan dan minuman energi, produk perekat, alas kaki, produk herbal, serta olahan kelapa sawit.

FILDA ke-40 ini secara resmi dibuka oleh Menteri Perdagangan dan Industri Angola, Rui Miguêns de Oliveira, dan dihadiri oleh pejabat pemerintah, korps diplomatik asing, serta kalangan pelaku usaha dari berbagai negara.

FILDA 2025 mengangkat tema “50 Years Consolidating Angola’s Economic Independence and Integration into the World”, menandai lima dekade kemerdekaan Angola dan kemajuan sektor ekonominya.

Duta Besar RI untuk Namibia dan Angola, H.E. Mirza Nurhidayat, menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia di FILDA bukan sekadar ajang promosi dagang, melainkan bagian dari upaya strategis untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

“Indonesia memandang Angola sebagai mitra strategis yang kaya potensi. Partisipasi kami di FILDA adalah langkah konkret untuk menjajaki peluang kerja sama baru, memperluas jejaring bisnis, dan memperkenalkan kapabilitas industri nasional ke pasar Afrika,” ujar Mirza Nurhidayat, di Luanda Exhibition Park, Ícolo e Bengo, dikutip dari KBRI Windhoek (Anggola ) Sabtu (26/7/2025)

Di sela pameran, KBRI juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan lokal, termasuk kamar dagang dan pelaku usaha Angola.

Sejumlah kegiatan business matching dan promosi produk turut diagendakan selama pameran berlangsung, guna mendorong terciptanya peluang kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.

Keikutsertaan Indonesia di FILDA 2025 merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika, sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk memperluas akses pasar dan mendorong ekspor nonmigas ke kawasan potensial.

Berita terkait

Bodewin Tegaskan Tak Boleh Ada Diskriminasi, Semua Warga Ambon Berhak Dapat Pelayanan yang Sama

Bodewin Tegaskan Tak Boleh Ada Diskriminasi, Semua Warga Ambon Berhak Dapat Pelayanan yang Sama

Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Ambon wajib mengintegrasikan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam setiap pelayanan publik. Penegasan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Focal Point Hak Asasi Manusia (HAM) di The City Hotel, Kecamatan Sirimau, Jumat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Dinsos Ambon Ajak Warga Segera Aktifkan IKD, Bansos Tepat Sasaran Dimulai dari Data Akurat

Dinsos Ambon Ajak Warga Segera Aktifkan IKD, Bansos Tepat Sasaran Dimulai dari Data Akurat

Ambon-Spektroom : Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat untuk segera mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai langkah penting dalam mewujudkan data kependudukan yang akurat sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, dr. Wendy Pelupessy, kepada wartawan usai menghadiri Pelatihan Peningkatan

Eva Moenandar, Julianto
ссс