Infrastruktur Jalan dan Air Dibangun, Untuk Wanam Papua Selatan
Merauke – Spektroom : Bagi Mamak Ema, warga Kampung Wogikel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, harapan dari pembangunan di Wanam sangat sederhana. Suatu hari nanti, keluarganya tidak perlu lagi membeli beras dari luar kampung.
“Selama ini kami beli beras. Kalau nanti kami sudah punya beras sendiri, kami tidak perlu beli beras lagi. Itu yang kami harapkan,” ujar Mamak Ema.
Harapan itu kini mulai tumbuh seiring hadirnya pembangunan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum di Wanam. Di atas lahan yang sebelumnya berupa rawa dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal, pemerintah membangun jalan, menyiapkan air, membuka akses, dan mempersiapkan kawasan pertanian yang diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.
Melalui pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional atau KSPEAN di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi investasi besar negara untuk membuka kesempatan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, serta menumbuhkan mimpi baru bagi masyarakat Papua Selatan.

“Di Wanam, kita tidak sedang membangun jalan dan saluran air semata. Kita sedang membuka jalan hidup baru bagi masyarakat. Ada ibu-ibu yang ingin berasnya tumbuh dari kampung sendiri, ada anak-anak yang ingin berangkat sekolah dengan lebih nyaman, dan ada warga yang ingin punya pekerjaan dari tanahnya sendiri. Itu yang harus kita jaga,” kata Menteri PU Dody melalui rilisnya ,Selasa pagi ( 7/7/2026)
Menurut Menteri Dody, infrastruktur sumber daya air dan konektivitas menjadi fondasi penting agar lahan yang sebelumnya sulit dimanfaatkan dapat tumbuh menjadi kawasan produktif. Dengan air yang tertata dan akses yang terbuka, masyarakat diharapkan dapat ikut bergerak bersama pembangunan kawasan.
“Kalau airnya ada, lahan bisa hidup. Kalau jalannya terbuka, hasil panen bisa keluar. Kalau masyarakat ikut bekerja dan ekonominya bergerak, maka pembangunan ini bukan hanya terlihat di peta, tetapi terasa sampai ke rumah-rumah warga. Bagi saya, di situlah arti infrastruktur yang sebenarnya,” ujar Menteri Dody.
Untuk mendukung kawasan tersebut, Kementerian PU membangun jaringan irigasi primer, bangunan pintu-pintu air, drainase primer dan sekunder serta pengendalian banjir guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Dari sisi konektivitas, Kementerian PU juga membangun Jalan Wanam-Muting sepanjang 138,5 kilometer, koridor Jalan Merauke-Kaliki-Nakias-Bade sepanjang 206,2 kilometer, serta koridor Wogikel-Wanam sepanjang 11,93 kilometer.
Perubahan itu mulai dirasakan masyarakat. Kepala Kampung Wanam, Kosmas Sirilus Dawi Gaise, mengatakan pembangunan kawasan membuka cara pandang baru terhadap mata pencaharian warga. Jika sebelumnya sebagian besar masyarakat mengandalkan berburu dan menangkap ikan, kini pertanian mulai dilihat sebagai peluang untuk hidup lebih mandiri.
“Dulu kami pikirannya masih berburu dan mencari ikan. Sekarang masyarakat mulai terbuka wawasannya. Kami melihat pertanian ini bisa jadi pekerjaan, hasilnya bisa kami makan sendiri, dan juga bisa dijual. Kami ingin kampung ini berubah menjadi lebih baik,” ujar Kosmas.
Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke Nonce Saman mengatakan. “Kami tidak hanya menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Kami juga akan mendampingi masyarakat, mengajarkan cara mengelola air irigasi dan bertani bersama. Harapannya, masyarakat di sini bisa menjadi petani yang mandiri, perekonomiannya meningkat, dan pembangunan ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang,” ujar Nonce.