Insentif Motor Listrik Dinilai Salah Arah, MTI Dorong Rp 500 Miliar untuk Angkutan Umum

Insentif Motor Listrik Dinilai Salah Arah, MTI Dorong Rp 500 Miliar untuk Angkutan Umum
Pemerintah perlu perkuat transportasi umum.(Foto: Dok.Djoko Setijowarno).

Surakarta – Spektroom: Surakarta – Akademisi Prodi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai kebijakan pemerintah memberikan insentif kendaraan listrik pribadi sebesar Rp500 miliar belum menyentuh kebutuhan dasar mobilitas masyarakat luas.

Anggaran tersebut dinilai lebih tepat dialokasikan untuk memperkuat sistem transportasi umum di berbagai daerah.
Pernyataan itu disampaikan Djoko menanggapi rencana pemberian subsidi motor listrik sebesar Rp5 juta per unit bagi pembelian 100 ribu motor listrik mulai Juni 2026.

Menurutnya, di tengah upaya global menekan emisi karbon, arah kebijakan transportasi nasional seharusnya lebih memprioritaskan pembenahan angkutan umum yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Kucuran insentif Rp500 miliar untuk kendaraan listrik pribadi kurang tepat sasaran karena tidak menyentuh akar kebutuhan mobilitas publik masyarakat Indonesia,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Spektroom, Minggu (24/5/2026).

Djoko menjelaskan, jika mengacu pada pengalaman program Buy The Service (BTS) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sejak 2020, dana Rp500 miliar sebenarnya mampu membangun dan memperkuat sistem transportasi umum di sekitar 10 kota, baik kota kecil maupun kota besar.

Setiap kota, kata dia, dapat memiliki tiga hingga lima koridor angkutan umum dengan dukungan delapan sampai sepuluh armada bus di tiap koridor. Menurutnya, penguatan transportasi umum jauh lebih berdampak dibanding subsidi motor listrik yang manfaatnya hanya bersifat individual.

Selain menjadi solusi mobilitas masyarakat, angkutan umum murah bahkan gratis bagi pelajar, mahasiswa, guru, buruh, dan masyarakat berpenghasilan rendah juga dapat menjadi bentuk subsidi langsung yang lebih tepat sasaran.

Djoko juga menilai investasi pada transportasi umum lebih efisien dari sisi fiskal karena mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan beban subsidi BBM jangka panjang.

Di sisi lain, tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi pengguna sepeda motor menjadi alasan penting perlunya pembenahan transportasi publik.

“Lebih dari 75 persen kecelakaan di jalan raya melibatkan sepeda motor. Banyak anak muda terpaksa memakai motor karena tidak ada pilihan transportasi umum,” katanya.

Ia menambahkan, modernisasi transportasi umum juga dapat mendorong pemerataan pembangunan daerah melalui peremajaan armada, pemberdayaan operator lokal, hingga penerapan sistem pembayaran digital dan pelacakan armada secara real time.

Selain mengurangi kemacetan dan emisi karbon, kebijakan tersebut dinilai mampu menciptakan tata ruang kota yang lebih manusiawi.
Djoko pun mendorong Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar lebih serius membangun sistem mobilitas publik dibanding terus memberikan insentif bagi kendaraan pribadi.

“Transportasi umum menyangkut hajat hidup orang banyak. Sudah saatnya kebijakan transportasi lebih berpihak pada kepentingan publik,” pungkasnya.

Berita terkait

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Batam-Spektroom : Menghadapi perkembangan dunia digital kedepan, penting bagi pelajar diberikan Pembinaan Budi Pekerti, menanamkan nilai nilai moral kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas dan bertangngung jawab. SMP Negeri 1 Batam melaksanakan Pembinaan Budi Pekerti menghadirkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (TP-PKK) sebagai Narasumber sekaligus

Desmawati, Rafles
UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

Tanah Datar–Spektroom : Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Kali ini, UNP menggelar pelatihan peningkatan literasi digital, keuangan, dan perpajakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,

Riswan Idris, Rafles
Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Tanah Datar–Spektroom : Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan pemerintah, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak berhenti pada gagasan-gagasan di atas kertas. Setiap inovasi, katanya, harus berujung pada perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan itu

Riswan Idris, Rafles
Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Ambon-Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar, meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 pada kategori Dampak Sosial Terbesar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfat bagi masyarakat. Penghargaan diterima dalam ajang apresiasi yang digelar Partai Perindo sebagai bentuk pengakuan terhadap

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс