Insinerator Sederhana Bantu Warga Kurangi Volume Sampah Harian
Pembakaran menggunakan insinerator ini dinilai jauh lebih aman dan efisien dibandingkan dengan pembakaran terbuka secara konvensional.
Jember-Spektroom : Masalah penumpukan sampah domestik terus menjadi perhatian serius di wilayah perkotaan kabupaten Jember. Guna mengantisipasi dampak lingkungan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan kerja, jajaran Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, kabupaten Jember, Jawa Timur menggelar aksi korvei atau kerja bakti massal secara rutin. Agenda bersih-bersih lingkungan ini dilangsungkan di seluruh area Kantor Kelurahan Antirogo pada Jumat pagi, 12/06/2026).
Sejak pagi seluruh staf kelurahan turun langsung mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berserakan, mulai dari dedaunan kering hingga sampah plastik dan kardus sisa kegiatan kantor. Uniknya, dalam penanganan sampah tersebut, pihak kelurahan tidak lagi menumpuk atau membiarkannya terlantar, melainkan langsung memusnahkannya secara mandiri dengan alat khusus.
Aktivitas korvei yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini memanfaatkan sebuah tungku insinerator skala rumah tangga. Alat pembakar sampah yang dibuat secara mandiri menggunakan drum besi tebal tersebut diletakkan di area halaman luar kantor kelurahan. Beberapa staf terlihat secara bertahap memasukkan tumpukan sampah kertas, kardus, dan limbah rumah tangga ke dalam cerobong insinerator untuk dibakar hingga menjadi abu.
Lurah Antirogo, Teguh Tri Laksono, menegaskan bahwa kegiatan korvei ini merupakan komitmen bersama seluruh jajarannya untuk menjaga keasrian lingkungan kantor pelayanan publik. Menurutnya, pemanfaatan teknologi insinerator sederhana ini terbukti sangat efektif menekan volume sampah harian yang dihasilkan oleh aktivitas di kelurahan.
"Kegiatan korvei ini rutin kami laksanakan setiap hari Jumat demi menjaga kebersihan lingkungan kantor. Untuk pengolahan limbahnya, kami membakar sampah menggunakan insinerator skala rumah tangga yang mana hal ini terbukti efektif mengurangi penumpukan sampah di area kelurahan," jelas Teguh Tri Laksono saat ditemui di sela-sela kerja bakti.
Teguh menambahkan, metode pembakaran menggunakan insinerator ini dinilai jauh lebih aman dan efisien dibandingkan dengan pembakaran terbuka secara konvensional. Konstruksi insinerator tersebut dilengkapi dengan cerobong udara khusus yang mampu mengendalikan penyebaran asap, sehingga proses pemusnahan sampah tidak sampai mencemari ruang kerja maupun mengganggu kenyamanan warga yang sedang mengurus administrasi di kelurahan.
Keterlibatan aktif seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan staf honorer dalam aksi Jumat Bersih ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat sekitar. Pihak Kelurahan Antirogo juga berencana untuk terus menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Melalui gerakan yang konsisten ini, Kelurahan Antirogo berupaya mendukung program kebersihan lingkungan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jember, sekaligus mengedukasi warga agar lebih bijak dalam mengelola dan memilah sampah rumah tangga sebelum berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir. (budi s)