Integrasi Lintas Kota Terurai pada Budaya Antre

Integrasi Lintas Kota Terurai pada Budaya Antre
Antrean di salah satu halte non permanen Trans Jakarta yang tidak teratur dan berarah. (Foto: Harianto Adi/Spektroom)

Spektroom - Moda transportasi umum antar kota menjadi bentuk layanan utama pada publik.  Demi mewujudkan layanan transportasi umum, pemerintah DKI Jakarta mengintegrasikan Bus Trans Jakarta melayani publik di wilayah Jabodetabek.

Sejak Awal tahun 2026 moda transportasi Trans Jakarta telah resmi melayani rute Jabodetabek, namun untuk titik naik dan turun penumpang di beberapa tempat di luar Jakarta tidak disiapkan fasilitas Halte yang permanen hanya berupa papan petunjuk (signage) bergambar animasi bus.

Menurut Irwandi, salah seorang warga Komsen yang senantiasa menggunakan Trans Jakarta menuju tempat kerjanya di Jakarta mengatakan, antrean di Halte Komsen tidak terintegrasi dengan baik.

"Disiplin antrean tidak berjalan dengan tertib jika tidak diawasi oleh petugas." ujarnya.

Lebih jauh Irwandi menceritakan layaknya di Jepang moda transportasi terintegrasi transportasi antar kota sangat tepat waktu dan masyarakat disana sangat menyadari bahwa antrean merupakan wujud penghormatan pada orang lain.

"Di Jepang kendaraan umum antar kota walaupun berjarak ratusan kilometer seperti antara Osaka dengan Tokyo waktu tempuhnya tetap tepat waktu sehingga warga disana lebih memilih transportasi publik ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. Dan yang menarik saat antre memasuki kereta para penumpang sangat tertib walaupun tak diawasi oleh petugas." kata Irwandi lagi.

Antrean di salah satu halte permanen Trans Jakarta yang teratur dan terarah. (Foto: Harianto Adi/Spektroom)

Sembari pamit kepada tim Spektroom saat memasuki Bus Trans Jakarta, Irwandi mengatakan bahwa integrasi moda transportasi di negara kita belum didukung dengan disiplin dan budaya antre masyarakat penggunanya.

Dikutip dari situs journal.upy.ac.id, "Budaya antre terlihat sederhana, namun masyarakat sulit melakukan jika antre hanya menjadi sebuah pilihan bukan sebuah aturan".

Sementara itu, Sjam Israfudin pengamat sosial mengatakan antre merupakan integrasi antar invidu yang memiliki kebiasaan dididik antre sejak kecil, kesadaran kolektif yang memahami bahwa antre adalah bentuk penghormatan  terhadap hak orang lain".

Spektroom mencoba mengamati fakta di beberapa halte baik yang sudah permanen maupun halte dengan fasilitas signage saja terlihat masih ada penumpang yang belum disiplin tak terkecuali penumpang yang masih remaja maupun dewasa. Walaupun sudah terbentuk antrean dua baris masih saja menyusul laju ke depan membentuk antrean baris ke tiga.

Demikian pantauan Spektroom pada hari ini, Senin 19 Januari 2026 di beberapa Halte Trans Jakarta.

(Feature oleh: Harianto Adi/Spektroom)

Berita terkait