Integritas kemasan penghubung garis hidup kesehatan saat ini dan masa depan.

Integritas kemasan penghubung garis hidup kesehatan saat ini dan masa depan.
Foto: kotak dan kaleng kemasan minuman; Harianto - spektroom

Spektroom - Kotak atau botol kemasan minuman susu menjadi bagian penting untuk menjamin isi didalamnya tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme yang berkembang biak secara mikrotis.  Integritas komponen yang terpadu dalam kotak kemasan untuk menjamin sterilisasi, kreasi desain tampilan juga harus menarik perhatian konsumen.

Haris Fajar Rahmanto Direktur Illumanate Research Asia saat dihubungi oleh tim spektroom Senin (30/1/2026) mengatakan persaingan bisnis memaksa produsen senantiasa menyesuaikan produknya termasuk produsen kotak kemasan minuman, harus memenuhi ekspektasi konsumen yang setiap saat bisa berubah.  Haris menegaskan, diferensiasi merupakan hal penting yang harus ditawarkan kepada konsumen dan kenyamanan penyajiannya juga menjadi daya tarik tersendiri yang tidak boleh diabaikan.

“Persaingan sangat ketat dalam memenangkan bisnis, sehingga pengusaha harus memiliki kepekaan yang tinggi untuk senantisa bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.  Kepekaan itu meliputi keunggulan produksinya yang harus memiliki perbedaan dibanding produk sejenis seperti produk kemasan makanan, minuman misalnya wajib memenuhi standar steril dan saat disajikan memiliki kesan yang mendalam dibenak konsumen.  Kita lihat dipasaran banyak kemasan minuman berbahan karton tentu memiliki diferensiasi masing-masing yang meliputi kekokohan atas tekanan beban berat karena proses distribusi, ketangguhan atas kontaminasi yang bisa merusak standar gizi isinya.”

Foto dikutip dari laman Badan Gizi Nasional

Terkait standar gizi, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional memastikan seluruh penyediaan dan distribusi makanan dan minuman untuk MBG berjalan sesuai standar yang ketat untuk melindungi kelompok penerima manfaat (dikutip dari rilis BGN/11/2025). 

Agar gizi yang terkandung dalam makanan atau minuman tidak rusak ketika proses distribusi ke lokasi tempat tujuan di berbagai wilayah, dibutuhkan jaminan kemasan yang memiliki standar sehingga garis kesehatan kelompok penerima dapat terus dijaga dan ditingkatkan.

Pengawasan terhadap kotak kemasan untuk menjamin kesinambungan kualitas isi makanan atau minuman didalamnya karena harus melalui proses penyimpanan, distribusi dan transportasi, Badan Standar Nasional Indonesia menguraikan panduan standar bahan karton yang digunakan untuk produksi kemasan.  Kotak minuman harus memenuhi standar tahan lengkung, tahan tarik, menggunakan gramatur karton yang kokoh, lapisan pengikat (coating) karton dengan alumunium foil sebagai penyekat kontaminasi (oksigen, sinar matahari dan aroma dari luar) maupun lapisan paling dalam yang bersifat tidak bereaksi (inert) walau bersentuhan langsung dengan susu (dikutip dari laman Badan Standarisasi Nasional RSNI3 8218-2024).

Sebagai produsen kemasan aseptik berteknologi tinggi yang sudah melayani 86 negara, LamiPak dalam melakukan kreasi dan inovasi sesuai keinginan pengguna tetap mengutamakan kualitas yang unggul agar kemasan yang diproduksi terhindar dari kerusakan pada saat proses distribusi ke berbagai negara dan daerah di seluruh Indonesia.

Kepala Humas LamiPak Ahmad Rizalmi ketika dihubungi melalui telpon oleh tim spektroom (29/1/2026) menyatakan, kualitas isi dalam kemasan tetap menjadi fokus konsentrasi Lamipak karena dalam setiap kotak kemasan yang diproduksi LamiPak terdapat esensi garis hidup kesehatan yang wajib dijaga kesinambungannya.  Kotak kemasan aseptik yang diproduksi Lamipak tidak mengandalkan alumunium sehingga limbahnya tetap ramah lingkungan dan mudah didaur ulang.  Kotak kemasan minuman hasil produksi LamiPak memiliki diferensiasi kualitas karena didukung bahan dasar khusus dan diolah dengan teknologi modern. 

“Teknologi LamiPure yang dimiliki LamiPak mampu melakukan pengawalan terhadap presisi kesegaran minuman dalam kemasan yang tanpa pengawet saklipun.  Bahan dasar kotak bukan berasal dari kardus tetapi kertas khusus yang diolah dengan teknologi LamiPristine.   Diferensiasi kotak kemasan produksi  LamiPak memiliki kekokohan diolah dengan inovasi teknologi LamiPristine.  Inovasi ini secara langsung mengajak konsumen bisa bersama-sama menjaga kesinambungan kesehatan baik saat ini maupun dimasa depan. Teknologi LamiPristine memberi  kontribusi pada lingkungan tetap sehat karena terhindar dari gas karbon akibat limbah.” Demikian ungkap Ahmad Rizalmi.

 Ketika tim spektroom melakukan konfirmasi tentang keraguan konsumen terhadap kotak kemasan yang tidak memiliki ketangguhan melindungi isi dalam kemasan, Ahmad Rizalmi menegaskan Inovasi teknologi yang dilakukan oleh LamiPak adalah ramah lingkungan dan presisi terhadap pengendalian eksistensi kesegaran minuman.

“Walau tidak menggunakan bahan pengawet dan tidak dimasukkan ke dalam lemari pendingin atau truk frozen saat didistribusikan, jika menggunakan kotak LamiPak minuman akan tetap terjaga kesegarannya .  Nah…jika saat distribusi bisa dilakukan dengan angkutan biasa, tentu memberi nilai tambah yaitu efisiensi dan cocok digunakan untuk minuman yang tanpa pengawet sekalipun seperti susu UHT misalnya yang bisa langsung diminum.  Inovasi terus kami lakukan menggunakan teknologi modern demi menjaga kesinambungan kesehatan.   LamiPak juga mengajak konsumen secara terbuka untuk bersama-sama mengawasi kualitas kemasan karena disetiap kemasan disertakan kode digital yang bisa diakses konsumen untuk melacak otentifikasi kemasan yang diproduksi oleh LamiPak menggunakan bahan dasar kertas putih dan bersumber dari mana. Hal-hal penting inilah, menjadi alasan hingga tahun 2025,  ada 86 negara termasuk Thailand dan Vietnam mempercayakan kemasan minumannya diproduksi di LamiPak.”  Ungkap Ahmad Rizalmi.

Kesegaran minuman dalam kemasan menjadi perhatian setiap orang termasuk  dokter Dewi Soewandi asesor akreditasi rumah sakit di wilayah Jakarta.  Saat dihubungi oleh tim Spektroom (29/1/2026), Dokter Dewi menegaskan susu akan berubah rasa setelah 2 jam terbuka dari kemasan kecuali disimpan dalam lemari pendingin bisa bertahan lebih lama. 

“Kami selalu mengingatkan kepada petugas Rumah sakit untuk mengedukasi dan mengingatkan jika keluarga akan memberikan minuman tambahan susu UHT kepada pasien agar memperhatikan jeda waktu minum susu tidak lebih dari 2 jam setelah dibuka dari kemasan dan kalaupun akan diminum kembali setelah terbuka sebaiknya diletakkan ke dalam wadah yang bersih dan tidak diminum langsung melalui wadah tersebut.   Wadahnya tidak dibiarkan terbuka melainkan harus ditutup dan masukkan ke lemari pendingin agar minuman lebih tahan lama kesegarannya.  Harus menjadi perhatian jika kemasan bocor atau sudah menggelembung walau kemasan masih tertutup rapat, itu menunjukkan susu sudah terkontaminasi bakteri dan tidak layak minum.”

Fakta yang ditemukan tim spektroom menunjukkan bahwa kreasi kemasan makanan dan minuman dari waktu ke waktu dengan standar multi lapis terus menerus dilakukan.  Kesesuaian standar kualitas kemasan dengan implementasi inovasi teknologi modern mutlak tidak memberi toleransi pada kerusakan isi kemasan akibat kebocoran udara, paparan sinar matahari ultra violet (UV) dan aroma dari luar kemasan.  Integritas kemasan penghubung garis hidup kesehatan saat ini dan masa depan.

 

Spektroom.co.id  – publis 30/1/2027.  

Berita terkait