Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Presiden Prabowo Tiba di Vladivostok
Vladivostok-Spektroom : Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Vladivostok, Federasi Rusia, Rabu (2/9/2026), pukul 10.45 waktu setempat (WS). Kehadiran Presiden Prabowo di Vladivostok memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin untuk hadir sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).
Ketibaan Presiden Prabowo di bandara disambut oleh sejumlah pejabat Rusia serta perwakilan Indonesia. Kedatangan Kepala Negara di Vladivostok juga disambut hangat oleh sejumlah mahasiswa Indonesia. Sambil membawa bendera Merah Putih, mereka tampak antusias menyambut kehadiran Presiden Prabowo.

Sementara itu, hari ini Kamis (3/9/2026) sebelum menjadi pembicara utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Presiden Prabowo Subianto memenuhi undangan jamuan santap siang sekaligus pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia.
Kedua pemimpin membahas penguatan hubungan dan kerja sama bilateral di berbagai bidang, mulai dari perminyakan, energi, perikanan, pertanian, ekonomi, pendidikan tinggi, hingga kosmonautika dan pertukaran teknologi. Presiden Vladimir Putin menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik, dengan volume perdagangan kedua negara pada tahun lalu meningkat 12 persen.

Hubungan Indonesia dan Rusia telah terjalin selama lebih dari lima dasawarsa dan semakin erat setelah kedua negara meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis pada tahun lalu. Kerja sama ekonomi juga terus berkembang, termasuk melalui penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia.
Sebagai negara yang sama-sama berada di kawasan Pasifik, Presiden Prabowo menekankan pentingnya konektivitas dan kerja sama maritim. Indonesia dan Rusia terus memperkuat kemitraan strategis untuk membuka lebih banyak peluang dan manfaat bagi masyarakat kedua negara. (RRE/BPMI Setpres)