Wamenpar RI: Festival Danau Sentani Harus Memberikan Manfaat Nyata Bagi Masyarakat

Wamenpar RI: Festival Danau Sentani Harus Memberikan Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Foto bersama wamenpar Ni Lu Enik dengan para ibu, usai buka FDS XV. (foto: Tony Teniwut Spektroom)

Jayapura-Spektroom : Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati resmi membuka ajang budaya Festival Danau Sentani (FDS) XV di Dermaga Kalkhote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/9/2026).

Wamenpar Ni Luh Enik Ermawati dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial semata, tetapi festival harus mampu memberikan manfaat nyata secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat dan para pelaku seni.

"Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menunjukkan bahwa budaya yang ditampilkan adalah milik mereka sebagai para penjaganya. Tokoh masyarakat dan pemerintah daerah perlu menghadirkan festival yang lebih masif lagi," ujar Wamenpar.

Selamat kepada Kabupaten Jayapura karena FDS kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) dan meletakkan pentingnya keterlibatan UMKM serta pelaku seni budaya daerah dalam agenda KEN agar perputaran ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat lokal.

Sebagai catatan, pada tahun 2025 program KEN mengkurasi 110 acara yang mencatatkan perputaran ekonomi mencapai Rp6 triliun dan mendatangkan 10 juta wisatawan, baik lokal, nasional, maupun mancanegara, serta melibatkan lebih dari 10 ribu pelaku usaha.

Atraksi tarian adat diatas perahu di danau sentani. (foto: Tony Teniwut)

Sementara itu, Gubernur Papua Mathius Fakhiri menyampaikan bahwa FDS XV dilaksanakan setelah melalui rangkaian pra-event pada 25–29 Agustus, dengan puncak acara pada 3–5 September 2026.

Gubernur mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jayapura, masyarakat adat, pelaku seni, dan berbagai komunitas yang terlibat.

Fakhiri mengatakan Tema FDS 'Budayaku adalah Hidupku' menjadi pengingat identitas dan jati diri, sekaligus fondasi untuk membangun masa depan.

"Karena itu, FDS harus dimaknai sebagai ruang untuk mengenal dan mewariskan budaya. Tradisi masyarakat Sentani seperti Isosolo, panen ulat sagu, dan pangkur sagu, hingga cerita rakyat serta kuliner tradisional menunjukkan betapa kayanya budaya di Tanah Papua," ungkap Fakhiri.

Gubernur juga menyambut baik kehadiran berbagai sanggar seni dan menegaskan bahwa festival ini menunjukkan Papua adalah rumah bersama. Berbagai pertunjukan serta keterlibatan UMKM dalam acara ini diharapkan dapat terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat sesuai dengan visi dan misi Provinsi Papua.

Rangkaian acara hari pertama diawali dengan penampilan 50 penari yang membawakan Tari Yospan Kolosal yang mendapat sambutan meriah para tamu dan undangan serta warga yang memeladati areal Dermaga Kalkhote sentani timur.

Berita terkait

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat

Jakarta – Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) kembali menegaskan isu yang beredar luas di masyarakat terkait anggaran sebesar Rp103 miliar yang disebut-sebut untuk podcast. Sejak kabar ini mencuat, Kemenkop memastikan hal tersebut tidak tepat. Meski demikian, Kemenkop memahami perhatian publik sehingga diperlukan pemahaman komprehensif agar tidak salah informasi. Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop)

Nurana Diah Dhayanti
Jalan dan Jembatan Pascagempa NTT Pulih, 651 Prasarana Masih Dalam Penanganan

Jalan dan Jembatan Pascagempa NTT Pulih, 651 Prasarana Masih Dalam Penanganan

Jakarta - Spektroom : Penanganan dampak pascagempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain memulihkan konektivitas, Kementerian PU juga mempercepat penanganan infrastruktur layanan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih bagi warga terdampak di Pulau Flores. Menteri PU, Dody Hanggodo memastikan seluruh ruas jalan

Nurana Diah Dhayanti