Jalan dan Jembatan Pascagempa NTT Pulih, 651 Prasarana Masih Dalam Penanganan
Jakarta - Spektroom : Penanganan dampak pascagempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain memulihkan konektivitas, Kementerian PU juga mempercepat penanganan infrastruktur layanan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih bagi warga terdampak di Pulau Flores.
Menteri PU, Dody Hanggodo memastikan seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa telah kembali difungsikan. Pemulihan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan di wilayah terdampak.
“Kalau NTT secara umum jalan nasional sudah baik semua. Kita sekarang mundur ke jalan provinsi dan kabupaten. Memang jalan provinsi, kabupatennya agak kecil-kecil. Itu nanti beberapa titik yang memang itu menghubungkan antara kabupaten, terus bisa dipakai sebagai jalan alternatif,” kata Menteri Dody di Jakarta Kamis (3/9/2026)
Berdasarkan data penanganan per 30 Agustus 2026, Kementerian PU mencatat 17 ruas jalan terdampak yang terdiri atas 88 titik longsor dan tiga patahan. Seluruh ruas tersebut telah kembali fungsional. Kemudian sebanyak 14 jembatan dan tiga Duiker terdampak juga telah difungsikan kembali.

Namun, dampak gempa tidak hanya menyentuh sektor konektivitas. Menteri Dody mengatakan kerusakan juga banyak terjadi pada bangunan yang menjadi bagian penting dari pelayanan dasar masyarakat.
“Kalau dari PU sangat banyak sebetulnya. Karena ini kan gempa ya, yang hancur itu rata-rata bangunan. Jadi mungkin yang akan besar bangunan, apalagi itu rumah ibadah, gereja, masjid, dan rumah sakit, puskesmas, yang paling banyak ,” ujarnya.
Saat ini, Kementerian PU mencatat 651 prasarana gedung turut terdampak, di antaranya 112 prasarana pendidikan keagamaan, 300 prasarana ibadah, dan 238 prasarana kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 prasarana telah diverifikasi secara bertahap guna mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan kebutuhan penanganan. Selain itu juga terdapat 17 gedung pemerintahan serta satu gedung militer yang terdampak dan kini dalam proses verifikasi kerusakan.
Di sisi lain, Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap sejumlah infrastruktur air minum yang terdampak gempa. Secara keseluruhan terdapat 81 SPAM yang masuk dalam proses verifikasi kerusakan, dengan satu SPAM telah ditangani. Selain itu, dua instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan satu tempat pemrosesan akhir (TPA) juga tercatat terdampak dan sedang diverifikasi.
Pada infrastruktur Sumber Daya Air, Kementerian PU melakukan verifikasi fungsi terhadap dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, 14 sumur air baku, tiga embung, empat pengaman pantai, dan dua sungai. Seluruh infrastruktur tersebut telah masuk dalam penanganan dan verifikasi fungsi.