Jadi Tuan Rumah Pelatihan Kader nasional PMII, Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi

Jadi Tuan Rumah Pelatihan Kader nasional PMII, Gubernur Mirza Ajak Kolaborasi
Foto: Adpim Lampung

Spektroom - Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pelatihan Kader Nasional (PKN) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar Jakarta pada 7–14 Agustus mendatang.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dinilai sosok muda inspiratif dan layak dijadikan simbol peran pemuda dalam pelestarian budaya lokal. Sehingga dalam acara ini Gubernur Mirza diminta membuka pelatihan sekaligus menjadi key note speaker.


"Biasanya pelatihan kader nasional itu dilaksanakan di Jakarta dan belum pernah keluar dari Jakarta. Ini perdana dan kami diamanahkan oleh PB PMII untuk menjadi tuan rumah," ujar Ketua Umum PKC PMII Lampung Muhammad Yusuf Kurniawan.

Ia menyampaikan pelatihan kader nasional yang merupakan jenjang kaderisasi formal tertinggi di PMII ini akan dilaksanakan di BPMP Provinsi Lampung dan diikuti oleh perwakilan pengurus dari 38 provinsi serta jajaran PB PMII. 

Yusuf menambahkan, berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan, termasuk kegiatan budaya di Lampung Barat serta seminar pertanian lokal di Kota Gajah, Lampung Tengah.

“Kami juga sedang menyusun draft potensi pertanian di masing-masing daerah, serta mengadakan forum diskusi putusan Mahkamah Konstitusi bekerja sama dengan LPBHNU,” jelasnya. 

Yusuf juga menyoroti pentingnya penguatan relasi PMII dengan masyarakat adat yang akan diusulkan ke Kementerian Kebudayaan sebagai inisiatif murni dari Lampung. 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mirza mengapresiasi dan memberi dukungan atas pelaksanaan PKN PMII di Lampung.

Ia menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Lampung untuk bersinergi dalam mendorong inovasi pemuda, khususnya dalam pengembangan desa.

“Nanti mungkin kalau nggak tahun depan, saya ajak PMII untuk kerja kolaborasi. Pelatihan anak-anak muda di desa, outputnya inovasi, prototype. Inovasi berbasis komunitas di desa,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini program-program prioritas Pemprov Lampung berfokus pada pemberdayaan desa dan memerlukan banyak pendampingan, terutama dari kalangan muda. 

Gubernur juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan PMII, termasuk dalam hal pengembangan usaha pemuda di bidang pertanian.

“Kita lagi siapkan beberapa model yang bisa kita lempar ke teman-teman, atau ke PMII. Bisa usaha-usaha, tapi di bidang pertanian semua,” tegasnya.

Pertemuan dengan PMIIi ini menjadi momentum penting yang menunjukkan komitmen bersama antara Pemprov Lampung dan PMII dalam memperkuat peran strategis pemuda. 

Melalui kolaborasi kaderisasi dan inovasi, kedua pihak sepakat untuk memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan desa, pelestarian budaya, serta pengembangan potensi lokal.(@Ng).

Berita terkait

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

Yogyakarta,-Spektroom – Industri pariwisata kesehatan (wellness tourism) Indonesia dinilai berada di persimpangan penting, antara sekadar mengikuti tren global atau membangun identitas khas yang berakar pada budaya Nusantara. Isu tersebut menjadi sorotan dalam sharing session bertajuk “Pengembangan Cultural Wellness Tourism sebagai Produk Wisata Unggulan DIY” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pariwisata STP

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Muspimran I Aisyiyah Padang Bulan, PC A Tanjung Sari: Forum Strategis Mengevaluasi Program dan Merumuskan Kebijakan Organisasi

Muspimran I Aisyiyah Padang Bulan, PC A Tanjung Sari: Forum Strategis Mengevaluasi Program dan Merumuskan Kebijakan Organisasi

Medan - Spektroom : Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Tanjung Sari resmi membuka Musyawarah Pimpinan (Muspimran) I 'Aisyiyah Padang Bulan periode 2022-2027, Sabtu (9/5/2026) mengusung tema _“Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Menuju 'Aisyiyah Padang Bulan Berkeadilan'. Pembukaan dilakukan Ketua PCA Tanjung Sari Salmawati ditandai dengan pembacaan basmalah. Turut

Hartati Rangkuti