Jadikan Bayar Pajak Sebagai Investasi Pembangunan Daerah

# Repost biroadpim.lampungprov.go.id

Jadikan Bayar Pajak Sebagai Investasi Pembangunan Daerah
Foto Biro Adpim Lampung

Bandar Lampung - Spektroom: Pemerintah Provinsi Lampung mengajak masyarakat menjadikan pembayaran pajak kendaraan bermotor sebagai bentuk investasi bersama untuk mempercepat pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Asisten Administrasi Umum Setdaprov Lampung, Sulpakar, saat pada Gebyar Samsat 2026 di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (12/7/2026).

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Sulpakar, ditegaskan bahwa Gebyar Samsat bukan sekadar ajang pembagian hadiah, tetapi bentuk apresiasi atas meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Melalui Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor 2026 dan penyelenggaraan Gebyar Samsat, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan terus meningkat sebagai fondasi pembangunan Lampung.

"Mungkin kita melihat Gebyar Samsat identik dengan hadiah. Namun sesungguhnya yang kita rayakan bukan sekadar hadiah yang akan dibawa pulang, melainkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan daerah" ujar Gubernur Mirza dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Salah satunya melalui kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang menjadi sumber penting pembiayaan pembangunan.

Karena itu, masyarakat diajak memandang pajak bukan sebagai beban, melainkan investasi untuk masa depan daerah.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, Pemprov Lampung juga tengah menjalankan Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor 2026 yang berlangsung mulai 2 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Program tersebut mencakup penghapusan sanksi administratif berupa denda PKB, penghapusan pajak progresif, serta berbagai kemudahan lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Mirza menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut menunjukkan kebijakan yang memberikan kemudahan mendapat respons positif sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

Dirinya juga mengapresiasi sinergi antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Polda Lampung, PT Jasa Raharja, Bank Lampung, Bank BRI, serta seluruh mitra Samsat dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Berbagai layanan telah dihadirkan, mulai dari Samsat Induk, Samsat Drive Thru, Samsat Keliling, Samsat Desa, Samsat Kecamatan, gerai pelayanan, hingga layanan digital.

Sinergi ini diharapkan terus diperkuat agar pelayanan semakin mudah, cepat, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujarnya.

Sementara diforum yang sama, Kepala Bapenda Provinsi Lampung Saipul menyebut sekitar 150 ribu kendaraan telah membayar pajak selama periode Maret hingga Juni 2026 dan berhak mengikuti undian Gebyar Samsat.

Peserta merupakan wajib pajak perseorangan dengan kendaraan berpelat BE yang berdomisili di Provinsi Lampung. Pengundian dilakukan menggunakan sistem komputer acak yang disegel dan disaksikan Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Sebanyak 16 hadiah disiapkan, mulai dari emas batangan, kulkas, kipas angin, hingga dispenser. Khusus hadiah kulkas diperuntukkan bagi wajib pajak yang melakukan pembayaran melalui QRIS.

Melalui program keringanan dan peningkatan layanan, Pemprov Lampung berharap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak terus meningkat guna mendukung pembangunan yang merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(@Ng).

Berita terkait

Peremajaan Armada, Tingkatkan Layanan Transportasi Publik

Peremajaan Armada, Tingkatkan Layanan Transportasi Publik

Surakarta – Spektroom: Peremajaan armada transportasi publik dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab tantangan penuaan kendaraan operasional. Selain meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang, pembaruan armada juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang sekaligus

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas