Usai Olahraga, Warga Berburu Sayuran Segar di Alun-alun Selatan Solo

Usai Olahraga, Warga Berburu Sayuran Segar di Alun-alun Selatan Solo
Lapak sayuran segar di Alun-alun selatan Keraton Surakarta. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Minggu pagi di Alun-alun Selatan Keraton Surakarta tak hanya dipenuhi warga yang berolahraga. Di sudut sisi timur alun-alun, hamparan sayuran hijau yang masih segar justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang baru selesai berjalan santai, jogging, maupun senam.

Di atas selembar tikar sederhana, aneka sayuran tersusun rapi. Sawi putih, sawi hijau, bayam, kangkung, brokoli, bunga kol hingga timun dan tomat tampak masih segar dengan embun yang belum sepenuhnya mengering. Tak sedikit warga yang semula hanya berniat berolahraga, akhirnya pulang sambil menenteng kantong berisi sayuran.

Lapak sederhana itu milik Yayuk, seorang ibu rumah tangga yang setiap Minggu pagi sengaja datang bersama suami dan anaknya untuk berjualan di kawasan Alun-alun Selatan.

"Saya hanya berjualan hari Minggu, mulai sekitar pukul 07.00 sampai pukul 10.00. Setelah itu sudah sepi karena warga selesai olahraga dan pulang," ujar Yayuk kepada Spektroom, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, seluruh sayuran didatangkan langsung dari kawasan Cepogo, Kabupaten Boyolali, yang dikenal sebagai salah satu sentra sayuran di lereng Gunung Merapi.

Harganya pun relatif terjangkau. Sawi putih dijual Rp2.000 per kilogram, sawi hijau Rp3.000 per kilogram, timun Rp5.000 per kilogram, sedangkan brokoli dan bunga kol dibanderol Rp15.000 per kilogram. Bayam dan kangkung dijual Rp2.000 per ikat.

Kesegaran dan harga yang ramah di kantong membuat banyak pengunjung tertarik mampir. Salah satunya Ani, warga yang tinggal tidak jauh dari Alun-alun Selatan.

"Biasanya habis olahraga sekalian belanja sayuran. Praktis, murah, sampai rumah tinggal dimasak," katanya sambil memilih beberapa ikat bayam.

Sayuran segar di Alun-alun selatan Surakarta, didatangkan langsung dari sentra sayuran Cepogo Boyolali. (Foto: Ciptati Handayani)

Bagi sebagian keluarga, berbelanja sayuran di ruang terbuka juga menjadi pengalaman yang menyenangkan. Anak-anak dapat melihat langsung beragam jenis sayuran sambil belajar mengenali bahan makanan sehat.

"Sayurannya masih segar dan pilihannya banyak. Anak-anak juga senang ikut memilih sendiri. Harganya murah jadi sekalian belanja untuk di rumah," ujar Dewi yang datang bersama keluarganya.

Tidak hanya pejalan kaki, pengunjung yang berkeliling alun-alun menggunakan sepeda maupun sepeda motor juga terlihat sengaja berhenti sejenak untuk membeli sayuran.

"Tadi muter-muter dulu menikmati suasana alun-alun. Pulangnya sengaja beli sayuran karena kalau kesiangan biasanya sudah habis," tutur Tanti.

Keberadaan pedagang musiman seperti Yayuk menjadi warna tersendiri di Alun-alun Selatan Surakarta. Setelah kawasan bersejarah ini direvitalisasi menjadi ruang publik yang nyaman, aktivitas warga setiap akhir pekan semakin hidup. Di satu sisi masyarakat dapat berolahraga dan bersantai, sementara di sisi lain pedagang kecil memperoleh kesempatan mengais rezeki dari ramainya pengunjung.

Pagi pun terasa lengkap. Tubuh menjadi lebih bugar setelah berolahraga, sementara tas belanja terisi sayuran segar yang siap diolah menjadi hidangan sehat untuk keluarga.

Berita terkait

Peremajaan Armada, Tingkatkan Layanan Transportasi Publik

Peremajaan Armada, Tingkatkan Layanan Transportasi Publik

Surakarta – Spektroom: Peremajaan armada transportasi publik dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab tantangan penuaan kendaraan operasional. Selain meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang, pembaruan armada juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang sekaligus

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas