Jaga Jakarta, Jaga Sportivitas di Tengah Rivalitas Persija-Persib

Jaga Jakarta, Jaga Sportivitas di Tengah Rivalitas Persija-Persib
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta bersama The Jakmania, Jumat (11/9/2026). (Foto: IIS/Spektroim).

Jakarta-Spektroom : Jumat sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, terasa berbeda. Menjelang laga panas Persija Jakarta kontra Persib Bandung, semangat sepak bola berpadu dengan pesan persaudaraan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta bersama The Jakmania, Jumat (11/9/2026). Di hadapan para suporter, ia menitipkan satu pesan utama: dukung Persija dengan penuh semangat, tetapi tetap menjaga Jakarta.

Pertandingan Persija melawan Persib pada Sabtu (12/9/2026) menjadi momen yang telah lama dinantikan. Setelah lebih dari tujuh tahun, duel kedua tim kembali berlangsung di Jakarta, khususnya di SUGBK.

Pramono menyebut The Jakmania sebagai pemain ke-12 Persija. Karena itu, dukungan suporter dinilai bukan sekadar soal suara dan warna tribun, tetapi juga tentang bagaimana menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi rivalitas.

"Sebagai Gubernur Jakarta, tentu saya berharap The Jakmania menang. Tetapi, apa pun hasilnya, kita harus bisa menerima dengan baik," katanya.

Baginya, rivalitas seharusnya berhenti ketika pertandingan usai. Peluit panjang bukan penanda berakhirnya persaudaraan, melainkan batas antara persaingan di lapangan dan kehidupan di luar stadion.

"Rivalitas Persija dan Persib adalah rivalitas sepak bola. Setelah pertandingan selesai, kita tetap menjadi saudara dan sahabat," tegasnya.

Pesan itu juga berlaku di ruang digital. Pramono mengingatkan The Jakmania untuk menjaga perilaku di media sosial dan tidak ikut menyebarkan provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Jakarta, kata dia, juga sedang mendapat kesempatan untuk menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang baik. Fasilitas umum harus dijaga, kebersihan lingkungan tetap diperhatikan, dan suasana kondusif menjadi tanggung jawab bersama.

"Kita tunjukkan kepada Jakarta dan Indonesia bahwa The Jakmania, Persija, dan warga Jakarta adalah tuan rumah yang baik. Jakarta adalah rumah kita bersama," ujarnya.

Untuk memastikan pertandingan berlangsung aman, pengamanan melibatkan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemprov DKI Jakarta.

Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purnomo mengatakan sebanyak 17.800 personel disiapkan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan, mulai sebelum pertandingan, saat laga berlangsung, hingga setelah pertandingan.

Pengamanan juga dikoordinasikan dengan Polda Jawa Barat dan Polda Banten. Penyekatan dilakukan di sejumlah titik perbatasan, termasuk Tangerang Kota, Karawang, dan Bogor.

Sesuai regulasi pertandingan dan izin keramaian yang diterbitkan Mabes Polri berdasarkan rekomendasi Polda Metro Jaya, suporter Persib tidak diperbolehkan hadir di SUGBK. Ketentuan serupa berlaku bagi The Jakmania ketika Persija bertanding di Bandung.

Di penghujung apel, Pramono kembali menitipkan pesan sederhana yang merangkum semangat hari itu: kecintaan kepada klub tidak harus berakhir dengan permusuhan.

"Cinta kepada Persija adalah bagian dari cinta kepada Jakarta. Selamat bertanding, Macan Kemayoran! Jaga sportivitas, jaga Persija, jaga Jakarta," pungkasnya.

Berita terkait

BRIN Kembangkan Eco Hex Brick Berbahan Limbah Plastik untuk Mitigasi Abrasi Pesisir

BRIN Kembangkan Eco Hex Brick Berbahan Limbah Plastik untuk Mitigasi Abrasi Pesisir

Tangerang Selatan - Spektroom : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Eco Hex Brick, material konstruksi berbahan limbah plastik yang dirancang sebagai Alat Penahan Ombak (APO) semipermeable untuk membantu mengurangi abrasi sekaligus mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir. Inovasi tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang memungkinkan terbentuknya sedimentasi di belakang struktur sehingga dapat

Afrizal Aziz