Jaga Ketahanan Pangan, Nawal Yasin Dorong Masyarakat Manfaatkan Lahan Pekarangan Rumah

Jaga Ketahanan Pangan, Nawal Yasin Dorong Masyarakat Manfaatkan Lahan Pekarangan Rumah
Nawal Arafah Yasin saat menyerahkan bantuan bibit cabai dan 100 unit budikdamber (budidaya ikan dalam ember) kepada masyarakat di Kabupaten Temanggung.

Temanggung - Spektroom: Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

Hal itu tidak hanya dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga, namun juga untuk mendukung pengendalian laju inflasi.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan “Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pemenuhan Pangan Keluarga dengan Protein Ikan”, hasil kerja sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng dengan TP PKK Jateng, di Kabupaten Temanggung, Kamis (21/5/2026).

Menurut Nawal, pemanfaatan lahan pekarangan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, pengurangan pengeluaran rumah tangga, hingga membuka peluang tambahan pendapatan.

Program tersebut sejalan dengan Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman, bersama PKK), yang mendorong pemanfaatan halaman rumah secara produktif.

“Ini adalah kegiatan mengendalikan inflasi, di antaranya dengan kita memanfaatkan lahan pekarangan sebagai satu sumber gizi. Kedua, untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan ketiga juga bisa menjadi income bagi keluarga tersebut,” ujar Nawal.

Dalam kegiatan itu, TP PKK Jateng bersama Bank Indonesia menyalurkan bantuan bibit cabai dan 100 unit budikdamber (budidaya ikan dalam ember) kepada masyarakat.

Program tersebut memadukan budidaya ikan lele dengan penanaman sayuran kangkung di bagian atas ember.

Menurut Nawal, ketika masyarakat mampu menghasilkan cabai sendiri, permintaan di pasar tidak tinggi. Akibatnya, lonjakan harga bisa diminimalisasi, sehingga inflasi dapat terkendali.

“Jadi, kadang-kadang inflasi itu adalah kaitannya dengan bagaimana naik turunnya harga cabai. Sehingga pada hari ini kita memberikan bantuan juga,” beber istri Wakil Gubernur Jateng.

Nawal berharap, program tersebut dapat berjalan berkelanjutan melalui pendampingan dan pembinaan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun kader PKK di daerah.

“Sehingga kita tempatkan di sini, dan nanti harapannya ini akan berkesinambungan. Saya minta untuk ada pengawalan atau pembinaan dari KWT-KWT di Temanggung ini,” katanya.

Nawal menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan terhadap program tersebut Kolaborasi serupa juga akan dilakukan di sejumlah daerah lain di Jateng, seperti Semarang dan Karanganyar.

Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Hal itu telah terbukti melalui program Gerakan Ibu dan Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon) di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

“Dengan pengalaman yang sudah ada, untuk misalnya program Rabu Pon itu, ternyata berhasil ketika ada pendampingan,” pungkas Nawal. 

Berita terkait

Langkah Pemkab Jember Lakukan Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan Peroleh Apresiasi dari BP Taskin

Langkah Pemkab Jember Lakukan Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan Peroleh Apresiasi dari BP Taskin

Jember-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) atas upayanya dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pembenahan data warga miskin secara masif dan terintegrasi. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, dalam kegiatan Sosialisasi Rencana Induk (Rinduk) dan Inovasi Daerah dalam Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Julianto
Petani Rembang Tenang Hadapi Ancaman El-Nino “Godzilla” Berkat Bantuan Alsintan

Petani Rembang Tenang Hadapi Ancaman El-Nino “Godzilla” Berkat Bantuan Alsintan

Rembang - Spektroom: Petani Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, optimistis masih bisa “tandur” padi di tengah prediksi kemarau panjang, akibat El Nino Godzilla yang akan melanda Indonesia. Harapan itu diteguhkan dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah, yang memudahkan irigasi serta percepatan tanam. Anggota Kelompok Tani Budi Luhur, Karyono

Sigit Budi Riyanto, Anggoro AP