Jagung Kalbar, Harapan Petani dan Ketahanan Pangan Nasional
Jagung
Spektroom - Di tengah hamparan ladang jagung yang menguning di Parit Baru, Dusun Karya I, Desa Jawa Tengah, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (08/011/2026), semangat para petani Kalimantan Barat terasa berbeda. Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, bukan sekadar agenda seremonial nasional, melainkan momentum harapan bagi ribuan petani yang menggantungkan hidup dari tanah dan musim.
Di lokasi panen, Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan hadir bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto. Kehadiran pimpinan daerah dan aparat negara di tengah ladang menjadi simbol jerih payah petani tidak lagi berjalan sendiri.
Dari Kalbar, panen raya ini terhubung secara daring dengan pusat kegiatan nasional di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dihadiri jajaran pimpinan negara, mulai dari Kapolri hingga Menteri Pertanian.
Bagi petani, panen ini lebih dari sekadar hasil tani. Jagung yang dipanen hari itu adalah jawaban atas kecemasan lama. Apakah hasil panen akan terserap pasar? Apakah jerih payah mereka berujung untung? Pertanyaan itu dijawab Gubernur Ria Norsan.
Ia memastikan, jagung Kalbar akan menjadi tulang punggung pakan ternak, seiring masuknya investasi besar pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur senilai Rp1,7 triliun di kawasan ekonomi Mandor, Kabupaten Landak. Artinya, jagung petani Kalbar tidak hanya dipanen, tetapi juga dijamin terserap.
“Petani tidak perlu ragu menanam jagung. Hasilnya akan dibeli untuk kebutuhan pakan ternak,” tegas Ria Norsan di hadapan para petani.
Cerita keberhasilan juga datang dari Kabupaten Bengkayang. Ribuan petani di wilayah perbatasan itu mencatatkan sejarah dengan memecahkan Rekor MURI panen dan pemipilan jagung serentak, melibatkan sekitar 1.750 petani. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga mengangkat martabat petani sebagai garda depan ketahanan pangan nasional.
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto menyebut kolaborasi antara Polri dan petani sebagai kunci keberhasilan. Aparat tak hanya menjaga keamanan, tetapi ikut turun ke sawah, memanen, dan memipil jagung bersama petani.
Jagung Kalbar akan berkontribusi pada program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari ladang jagung, rantai pangan berlanjut ke pakan ternak, lalu menjadi sumber protein bagi anak-anak Indonesia.
Di Parit Baru hari itu, panen jagung bukan hanya soal hasil bumi. Ia adalah cerita tentang harapan, kepastian, dan masa depan petani Kalimantan Barat yang kini semakin percaya bahwa dari ladang sederhana, mereka ikut menjaga ketahanan pangan negeri. 🌽