Jakarta Rumah Besar Keberagaman Dipersatukan Pancasila

Jakarta Rumah Besar Keberagaman Dipersatukan Pancasila
Aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan hikmah mengikuti upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Balai Kota DKI Jakarta. (Foto: IIS/Spektroom).

Jakarta - Spektroom : Jakarta tak pernah benar-benar memiliki 1 wajah. Di kota ini, orang datang dari berbagai daerah, membawa bahasa, budaya, keyakinan, pilihan, dan latar belakang yang berbeda.

Mereka bertemu di ruang yang sama, bekerja di tempat yang sama, menggunakan transportasi yang sama, dan berbagi jalan-jalan yang sama. Di tengah keberagaman itu, ada satu nilai yang menjadi titik temu 'Pancasila'. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial.

Bagi Jakarta, Pancasila menjadi pengingat keberagaman merupakan bagian dari wajah kota yang harus dirawat bersama.

Jakarta merupakan miniatur Indonesia. Kota ini terbuka bagi siapa saja, sehingga keberagaman bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan kekuatan yang perlu dijaga.

Nilai Pancasila, tidak berhenti pada ruang upacara. Nilai tersebut harus diterjemahkan dalam pekerjaan sehari-hari, terutama oleh ASN yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Integritas, keadilan, pelayanan yang setara, serta sikap menjaga persatuan menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan. Pelayanan publik berlangsung di tengah masyarakat yang tidak selalu memiliki pandangan dan kepentingan yang sama.

Di tengah perbedaan pandangan, pilihan, suku, maupun kepentingan, kita kembali pada satu titik temu. Boleh berbeda pandangan, namun tujuan kita sama, yakni mewujudkan Indonesia yang kuat. Pesan itu relevan bagi Jakarta yang terus bergerak sebagai kota dengan masyarakat yang majemuk. Keberagaman hadir bukan hanya dalam identitas warga, tetapi juga dalam dinamika sosial, ekonomi, budaya, hingga kehidupan politik.

Persatuan tidak cukup hanya diucapkan. Ia membutuhkan ruang untuk hidup dalam keseharian: ketika pemerintah memberikan pelayanan, ketika warga menggunakan fasilitas publik, maupun ketika perbedaan pandangan muncul di tengah masyarakat.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin menilai momentum Hari Kesaktian Pancasila juga memiliki arti penting bagi perjalanan Jakarta menuju usia 5 abad pada 2027. Ia berharap semangat Pancasila semakin memperkokoh persatuan dan keberagaman warga Ibu Kota.

Bagi Jakarta, menuju 5 abad bukan semata tentang usia kota. Ada pekerjaan yang lebih besar, yakni memastikan kota tetap menjadi ruang bersama bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam.


Berita terkait

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Lubang Buaya-Spektroom : Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Rangkaian upacara diawali dengan salam kebangsaan, penghormatan kebesaran, dan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara. Bertindak sebagai Komandan Upacara pada kesempatan tersebut adalah

Rafles