Darurat Truk ODOL di Underpass Basura Menanti Ketegasan Menuju Zero 2027

Darurat Truk ODOL di Underpass Basura Menanti Ketegasan Menuju Zero 2027
Truk bermuatan lebih (ODOL) melintas di Underpass Basura, Jakarta Timur pada Rabu (20/5/2026) pagi (Foto Spektroom )

Jakarta - Spektroom : Pemandangan truk bermuatan berlebih yang melintasi jalan di Ibu Kota pada jam sibuk seolah menjadi hal yang lumrah, salah satunya di Underpass Basuki Rahmat (Basura), Perumpung, Jakarta Timur. Dari pantauan Spektroom, kendaraan berat tersebut kerap melaju lambat, memicu antrean panjang dari arah Pondok Bambu, menuju Kampung Melayu, maupun sebaliknya.

Masalah ini memicu kerugian masif. Menurut data Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, kerusakan jalan akibat truk ODOL (Over Dimension Over Load) memicu indikasi pemborosan keuangan negara hingga Rp 47,43 triliun setiap tahun. Data Polri yang diolah Bappenas juga mencatat kecelakaan yang melibatkan angkutan barang menempati posisi tertinggi kedua secara nasional.

Pemerintah menargetkan kebijakan Zero ODOL berlaku penuh pada 1 Januari 2027. Selama masa uji terbatas (27 Januari–3 Mei 2026), Kementerian Perhubungan mencatat 90.960 pelanggaran, yang terdiri dari 57 persen pelanggaran daya angkut dan 43 persen pelanggaran dokumen.

Di tengah penegakan aturan yang humanis, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengatakan bahwa proses menuju penerapan Zero ODOL pada Januari 2027 sebenarnya sudah berjalan cukup lama dan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait.

"Polisi akan menindak kendaraan ODOL yang melanggar dengan humanis agar pelaku usaha dan pengemudi dapat beradaptasi dengan aturan baru," kata Agus dalam Musyawarah Nasional III Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Di sisi lain, pelaku usaha angkutan barang hingga kini masih belum melihat arah penyelesaian ODOL secara jelas. Bahkan membingungkan. Ketua Umum Aptrindo, Gemilang Tarigan, menilai target penerapan Zero ODOL pada Januari 2027 berisiko menimbulkan tantangan baru karena pemerintah belum memiliki panduan implementasi yang jelas melalui Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Logistik Nasional.

"Karena tidak adanya panduan itu, penyelesaian ODOL yang dilakukan sekarang ini pun serba membingungkan jadinya," ujar Gemilang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktur Angkutan Jalan, Muiz Tohir, menekankan bahwa penertiban harus dilakukan bertahap. Selain itu, diperlukan peremajaan angkutan berbasis teknologi agar rantai pasokan logistik nasional tidak terputus.

Berita terkait

Akademisi UMP Soroti Penahanan Wartawan Indonesia di Misi Global Sumud Flotilla 2.0

Akademisi UMP Soroti Penahanan Wartawan Indonesia di Misi Global Sumud Flotilla 2.0

Palangka Raya-Spektroom : Akademisi Ilmu Komunikasi FISIPADKOM Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Srie Rosmilawati, M.I.Kom menilai tindakan pencegatan dan penahanan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel merupakan persoalan serius yang menyentuh aspek kemanusiaan, kebebasan pers, dan hak publik memperoleh informasi objektif dari wilayah konflik. Menurutnya, kehadiran tiga

Polin, Rafles
Aturan PUPR Jadi Kendala, Pemkab Agam Kaji Ulang Proyek Flyover Padang Luar.

Aturan PUPR Jadi Kendala, Pemkab Agam Kaji Ulang Proyek Flyover Padang Luar.

Agam-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tengah melakukan kajian mendalam terkait keberlanjutan proyek pembangunan jalan layang (flyover) di kawasan Pasar Padang Luar. Kajian itu dilakukan setelah muncul aturan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melarang adanya aktivitas publik di bawah struktur flyover. Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan

Wiza Andrita, Rafles
Cegah Aksi Bunuh Diri di JMP, Lekransy Dorong CCTV Berbasis AI dan Pengawasan Terpadu 24 Jam

Cegah Aksi Bunuh Diri di JMP, Lekransy Dorong CCTV Berbasis AI dan Pengawasan Terpadu 24 Jam

Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon mendorong penguatan sistem pengawasan terpadu berbasis teknologi modern di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), sebagai langkah strategis untuk mencegah berulangnya aksi percobaan bunuh diri yang belakangan kerap terjadi di lokasi tersebut. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosandi) Kota Ambon, Ronald Lekransy, menegaskan bahwa pengawasan yang

Eva Moenandar, Rafles