Jangan Biarkan Indonesia Menjadi Surga Baru Sindikat "Online Scam"

Jangan Biarkan Indonesia Menjadi Surga Baru Sindikat "Online Scam"
Flyer Spektroom

Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom

Jakarta - Spektroom : Keberhasilan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri meringkus Zheng Rongjing di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (24/6/2026) lalu bukan sekadar prestasi penegakan hukum biasa.

Penangkapan buronan kelas kakap asal Beijing yang diduga menjadi otak sindikat online scam di Kamboja ini adalah sebuah alarm keras bagi Indonesia. Kedatangan Zheng mengonfirmasi satu hal yang mengkhawatirkan: Indonesia kini sedang dibidik menjadi pangkalan baru jaringan kejahatan siber internasional.

Pernyataan Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko, bahwa Zheng kemungkinan besar sudah memiliki infrastruktur penampung di tanah air harus diwaspadai serius. Jaringan lokal ini adalah "kunci pembuka pintu" yang berbahaya.

Jika Polri tidak mengusut tuntas jaringan lokal tersebut, Indonesia terancam bergeser dari sekadar wilayah target korban menjadi markas operasional sindikat internasional.

Ancaman ini nyata dan memakan korban di dua sisi. Di satu sisi, lebih dari 6.300 WNI sepanjang Januari hingga pertengahan 2026 telah meminta dipulangkan akibat terjebak kerja paksa di Kamboja dan Myanmar. Di sisi lain, masyarakat di dalam negeri terus digempur oleh modus kejahatan yang terus berevolusi mulai dari deepfake (peniruan wajah/suara berbasis AI) hingga manipulasi kode QR (quishing).

Langkah pemerintah mendirikan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) dan melakukan penggerebekan di Solo serta Surabaya patut diapresiasi. Namun, perang melawan komplotan siber memerlukan respons kolektif.

Selain ketegasan aparat, masyarakat harus menjadi lini pertahanan pertama. Jika menjadi korban, tindakan cepat seperti mengumpulkan bukti, melapor ke situs Cek Rekening Komdigi, serta menghubungi Kontak OJK (157) harus menjadi refleks

Menjaga Indonesia agar tidak menjadi markas sindikat penipuan daring adalah tugas bersama. Kolaborasi internasional Polri harus dibarengi dengan pembersihan jaringan lokal di dalam negeri dan peningkatan literasi digital masyarakat. Kita tidak boleh kalah cepat dari evolusi para pelaku kriminal siber.(**).

Berita terkait

Babinsa Koramil 05/Kramatjati-Makasar Bersama Warga Gelar Patroli Siskamling Perkuat Keamanan Wilayah

Babinsa Koramil 05/Kramatjati-Makasar Bersama Warga Gelar Patroli Siskamling Perkuat Keamanan Wilayah

Jakarta– Spektroom Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Koramil 05/Kramatjati-Makasar kembali menggelar kegiatan Patroli dan Siskamling Keliling bersama unsur kewilayahan dan komponen masyarakat di wilayah Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, pada Sabtu dini hari (27/06/2026) Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Sekretariat RW 011, Jalan Datuk Tonggara

Asmari