Jasamarga Perkuat Transformasi Bisnis Menciptakan Ekonomi Berkelanjutan Bersama Danantara
Jakarta - Spektroom : Jasamarga terus memperkuat transformasi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Marga mengakselerasi pergeseran strategi dari orientasi pertumbuhan usaha berbasis infrastruktur (growth-oriented) menuju penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented).
Transformasi tersebut dijalankan untuk memastikan seluruh aset, layanan, dan jaringan jalan tol Jasamarga Group tidak hanya mendukung pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat yang semakin luas bagi pengguna jalan, masyarakat, investor, dunia usaha, dan negara.
Direktur Utama Jasamarga Rivan A. Purwantono mengatakan bahwa transformasi menjadi fondasi perusahaan dalam memperkuat daya saing perusahaan melalui tata kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, pengembangan kapabilitas organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan. “Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara. Karena itu, setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol harus dikelola secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui prinsip Know Your Customer,” ujar Rivan di Jakarta,Rabu (15/7/2026).
“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasamarga memberikan manfaat yang lebih besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun,” jelas Rivan.

Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menguasai 42% pangsa pasar panjang jalan tol komersial yang telah beroperasi atau sepanjang 1.294 km. Dengan pengalaman selama lebih dari empat dekade, Jasamarga saat ini mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang jalan 1.736 km.
Jasamarga saat ini menjadi tulang punggung konektivitas nasional yang melayani sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari. Skala pengelolaan tersebut mendorong Jasa Marga untuk terus memperkuat customer experience dalam seluruh proses bisnis.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang mendukung pemantauan lalu lintas, penanganan insiden, serta pengambilan keputusan secara real-time.
Sebelumnya (1/7) akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi dan praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali hadir sebagai narasumber dalam acara Expert Sharing Session di JMTC.
Kedua tokoh nasional tersebut membedah strategi mendalam mengenai tema “Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat ini yang dilakukan Jasamarga sudah sangat baik." Kata mereka.
Jasamarga telah memiliki command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital. Pengembangan teknologi ini harus diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini merupakan warisan bagi generasi yang akan datang," jelas Prof. Mohammed Ali Berawi.
Di samping mengoptimalkan JMTC, Jasamarga terus meningkatkan layanan personalisasi untuk menjawab kebutuhan dan harapan pengguna jalan melalui aplikasi Travoy. Seluruh informasi yang dikelola JMTC juga dapat diakses pengguna jalan melalui aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV. Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh aplikasi Travoy telah mencapai lebih dari 1,3 juta dengan monthly active user pada bulan Juli 2027 dengan lebih dari 130 ribu user.