Jejak Asap di Parit H Husin II, Pemerintah Hadir Pastikan Warga Aman

Jejak Asap di Parit H Husin II, Pemerintah Hadir Pastikan Warga Aman
Wakil walikota Bahasan turun lapangan pastikan bekas2 karhutla di pinggiran batas kota tidak menjadi ancaman dan sudah padam (.Foto : Diskominfo kota Pontianak).

Spektroom - Sore itu, aroma tanah hangus masih menyisakan jejak kebakaran di Jalan Parit H Husin II, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Asap tipis sesekali mengepul dari sisa-sisa lahan yang terbakar, seolah mengingatkan bahwa api yang sempat membara baru saja ditaklukkan.

Di tengah kondisi itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, melangkah menyusuri area lahan yang menghitam, memastikan satu hal penting: api benar-benar telah padam dan tidak menyisakan ancaman bagi warga sekitar.

Dengan mengenakan pakaian lapangan sederhana, Bahasan didampingi sejumlah pejabat teknis dan petugas pemadam memeriksa titik-titik rawan. Rabu (28/01/2026)

Ia berhenti di beberapa lokasi, memperhatikan sisa bara, berbincang singkat dengan petugas, serta menanyakan proses pemadaman yang telah dilakukan sejak awal kebakaran terjadi.

Peninjauan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kami turun langsung untuk memastikan api sudah benar-benar padam dan tidak ada lagi potensi yang bisa menyala kembali,” ujarnya di sela peninjauan.

Nada bicaranya tegas, namun sarat keprihatinan. Bagi warga Pontianak, kebakaran lahan bukan persoalan baru. Setiap musim kemarau datang, kekhawatiran akan asap dan gangguan pernapasan selalu membayangi. Bahasan memahami betul kecemasan itu.

Menurutnya, dampak kebakaran lahan tidak berhenti pada lahan yang terbakar, tetapi merembet ke kualitas udara, kesehatan anak-anak, lansia, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia kembali mengingatkan bahwa membuka lahan dengan cara dibakar adalah tindakan yang berisiko tinggi.

“Dampaknya sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan warga. Ini yang harus kita cegah bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Aparat kewilayahan, relawan, hingga masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam pengawasan dini.

Bahasan menekankan, pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.

“Pencegahan adalah kunci utama. Kalau semua pihak peduli dan mau bekerja sama, kebakaran lahan bisa kita tekan,” katanya.

Menjelang senja, peninjauan pun berakhir. Langit Pontianak perlahan memerah, menyisakan harapan bahwa lahan yang hangus hari ini tidak kembali menjadi sumber bencana esok hari.

Pemerintah berharap, kesadaran kolektif masyarakat menjadi benteng utama agar Kota Pontianak terhindar dari ancaman kebakaran lahan dan kabut asap yang berulang.

Berita terkait