Jelang Armuzna, Kemenhaj Tertibkan Tenda Jemaah, Ancam Cabut Izin KBIHU Bandel,dan Salurkan Daging Dam ke Palestina

Jelang Armuzna, Kemenhaj Tertibkan Tenda Jemaah, Ancam Cabut Izin KBIHU Bandel,dan Salurkan Daging Dam ke Palestina
Ilustrasi sehari jelang wukuf, jemaah haji Indonesia bermalam di tenda setelah tiba dari Makkah, Rabu (4/6/2025) (Dok Spektroom )

Jakarta - Spektroom : Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperketat pengawasan dan pengaturan jemaah menjelang puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Salah satunya adalah penertiban tata letak tenda jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, seluruh pergerakan dan pengaturan jemaah selama fase puncak haji harus sepenuhnya berada dalam koordinasi Kemenhaj.

Pihaknya telah mengerahkan tim petugas untuk memastikan penempatan jemaah sesuai kelompok terbang (kloter), daerah asal, hingga berbasis nama (by name).

Ia mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta pihak terkait agar mematuhi arahan pemerintah demi menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.

"Kalau ada KBIHU atau oknum-oknum lain yang tetap bandel, saya pastikan kami akan segera cabut izinnya. Kami tidak mau jemaah dikorbankan dan dirugikan,” tegas Dahnil dalam keterangannya di Makkah, Jumat (22/5/2026) dilansir dari laman Kemenhaj di Jakarta, Sabtu (23/5/2026)

Selain penertiban, Kemenhaj melaporkan progres pembayaran dam (denda) jemaah haji. Hingga Jumat pagi (22/5/2026), total dam yang dibayarkan jemaah mencapai 126.832 hadyu.Rinciannya, 90.956 dam dipotong melalui program Adahi di Tanah Suci, 32.691 dipotong di Indonesia, 3.195 jemaah menjalankan puasa, serta 1.076 jemaah melaksanakan haji ifrad.

Proses pemotongan hewan dam di Tanah Suci akan dimulai pada 10 Zulhijah (27/5/2026) melalui program Adahi dan akan disaksikan langsung oleh perwakilan Kemenhaj bersama jurnalis.

Menariknya, daging dam jemaah Indonesia yang dipotong di Arab Saudi akan dikemas dan didistribusikan untuk masyarakat Palestina. Langkah ini dikoordinasikan bersama Adahi dan Pemerintah Arab Saudi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagai wujud kepedulian sosial Indonesia.

Bagi jemaah yang membayar dam melalui Adahi, status pembayaran dan pemotongan hadyu dapat dipantau langsung secara transparan melalui notifikasi pada Aplikasi Nusuk.

Dalam perkembangan lainnya, Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad Firdaus (72), jemaah asal Kloter JKG-27. Almarhum sebelumnya sempat dilaporkan dalam pencarian dan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh otoritas setempat.

Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan akan menyiapkan badal haji untuk almarhum yang akan dilaksanakan langsung oleh petugas haji.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenhaj RI, Moh. Hasan Afandi, mengimbau seluruh jemaah dan petugas untuk lebih peka di masa-masa krusial ini.

" jemaah dan petugas perlu lebih peka apabila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan," ujar Hasan.

Pemantauan ini sangat krusial guna menghindari insiden yang tidak diinginkan menjelang puncak ibadah Armuzna.

Berita terkait