Jelang Hari Santri ke-10 Gubernur Khofifah Hadiri Lirboyo Bersholawat Bersama Habib Syech.

Jelang Hari Santri ke-10 Gubernur Khofifah Hadiri Lirboyo Bersholawat Bersama Habib Syech.
Gubernur Khofifah hadir. secara khusus di Lirboyo Bersholawat dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional / Foto : Pemprov Jatim.

Spektroom - Gubernur Khofifah hadir. secara khusus di Lirboyo Bersholawat dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional / Foto : Pemprov Jatim.

Spektroom – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri gelaran Lirboyo Bersholawat yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam rangka Mensyukuri Hari Santri di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Senin ( 20 / 10 ) malam.

Tampak Gubernur Khofifah bersama puluhan ribuan Santri dan jamaah larut dalam khidmatnya Dzikir dan do’a, serta sakralnya lantunan Sholawat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan Momentum Refleksi untuk meneguhkan kembali peran, tanggung jawab, dan kontribusi Santri terhadap Bangsa , Negara dan Agama.

Tahun ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Menurut Khofifah, tema tersebut mencerminkan tekad kuat santri menjaga nilai-nilai Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para Ulama dan pejuang bangsa.

“Tema ini menjadi Momentum meneguhkan peran para Santri untuk mengawal Indonesia menuju Peradaban Dunia. Hal ini juga mencerminkan kontribusi Fundamental Santri dalam perjalanan bangsa. Karena Santri selalu hadir di setiap fase penting sejarah,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Santri dalam pembangunan nasional. Santri, lanjutnya, berkontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan Kedaulatan Bangsa melalui ilmu, keikhlasan, dan keteguhan iman.

Secara khusus kepada para Santri, Khofifah mengatakan Ponpes Lirboyo salah satu penyokong Pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena perannya yang signifikan mencetak Generasi Islam dan Bangsa, serta kontribusinya dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia melalui sejarah yang panjang sehingga melahirkan Santri - santri yang Hubbul Wathon Minal Iman.

“Kekuatan Pesantren , Ulama , Santri , Ekosistem di Lirboyo dijaga dan dikuatkan bersama salah satunya dengan melakukan pengelola limbah dan pemilahan sampah sehingga dari sampah menjadi rupiah dan memberi barokah,” kata Khofifah.

“Sampaikan pada dunia dari Lirboyo ada kekuatan menjaga Lngkungan dan melahirkan Ekonomi Pesantren sekaligus melahirkan Ulama - ulama untuk membangun peradaban dunia yang luar biasa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh Santri untuk berjuang di berbagai bidang yakni Politik , Pendidikan , Ekonomi , hingga Teknologi sesuai zamannya. Hal ini, katanya, sejalan dengan filosofi kerja JATIM BISA yang dicanangkan dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, yakni Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif.

Ia menjelaskan, Santri harus berdaya dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, inklusif dengan membuka ruang interaksi sosial yang luas, sinergis dengan menjaga ukhuwah antara Ulama , Umara, dan Masyarakat , serta adaptif menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai - nilai Pesantren.

“Dengan semangat Jatim BISA , Pesantren akan menjadi Pusat Inovasi yang melahirkan pemimpin Berintegritas dan Berakhlak Mulia,” tuturnya.

Selain itu, Khofifah mengajak seluruh jemaah mendoakan keselamatan bangsa Indonesia, khususnya Jawa Timur, agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari Bencana, serta dijaga dari perpecahan.

“Marilah kita doakan para Ulama, Santri, dan Pahlawan Bangsa yang telah mendahului kita. Semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.

Sementara Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya menggelorakan semangat ribuan Santri dan Santriwati yang memenuhi lapangan Ponpes Lirboyo Kediri. Ia mengajak seluruh Santri dan Santriwati agar bisa menjadi garda terdepan bagi agama Islam dan bangsa Indonesia.

“Siap bela Lirboyo, siap bela NU, siap bela Islam, siap bela Indonesia,” pekiknya disambut antusias seluruh Santri dan Santriwati.

Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan Sholawat bersama di Ponpes Lirboyo Kediri. Utamanya di momen peringatan Hari Santri ke-10 kali ini, ia berharap agar berkumpulnya seluruh Santri dan Santriwati ini bisa mendapatkan Ridho Allah SWT.

“Yang terpenting adalah kita saling menghargai dan mendukung, tidak boleh terpecah-belah,” pesannya.

Turut hadir dalam acara, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. Abdullah Kaffabih Mahrus, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, jajaran Forkopimda Jatim, jajaran Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jatim serta ribuan Jamaah Syeker Mania yang juga Santri dan Santriwati Ponpes Lirboyo Kediri dan sekitarnya. ( Agus Suyono)

Berita terkait

Hari Ketiga Penanganan Virgo Transport 8, Rumah Zakat Action Hadirkan Pos Segar dan Dukungan Psikososial

Hari Ketiga Penanganan Virgo Transport 8, Rumah Zakat Action Hadirkan Pos Segar dan Dukungan Psikososial

Banjarmasin-Spektroom : Memasuki hari ketiga penanganan insiden kapal Virgo Transport 8, Rumah Zakat Action Kalimantan Selatan terus hadir di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, untuk membersamai keluarga korban, relawan, petugas, dan seluruh unsur yang terlibat. Kehadiran Rumah Zakat tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap proses evakuasi, tetapi juga dengan menghadirkan Pos Segar/Hangat

Junaidi, Rafles
Perkuat Layanan Dasar, SPM Harus Terasa bagi Masyarakat NTB

Perkuat Layanan Dasar, SPM Harus Terasa bagi Masyarakat NTB

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat komitmen pemenuhan pelayanan dasar masyarakat dengan memastikan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terhubung langsung dengan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan Daerah. Komitmen itu mengemuka dalam pembukaan Workshop Rencana Aksi Daerah (RAD) Penerapan SPM Provinsi NTB di Mataram, Rabu (16/9/2026). Kegiatan

Marsam Putrangga, Julianto
Kasdim 1425/Jeneponto Tekankan Ketepatan Sasaran dalam Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah

Kasdim 1425/Jeneponto Tekankan Ketepatan Sasaran dalam Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah

Jeneponto-Spektroom : Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1425/Jeneponto Mayor Inf Ramli Hamanja menghadiri kegiatan petunjuk teknis penyaluran bantuan pangan pemerintah periode Juli hingga September 2026, yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Benteng, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman antarinstansi terkait mekanisme penyaluran

Yahya Patta, Rafles
ссс