Jelang HUT ke-81 TNI, Prajurit Kodim HST dan Yonif 621/Manuntung ‘Kembali’ ke Jejak Para Pahlawan
Barabai–Spektroom : Semangat perjuangan para pahlawan kembali dikenang menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026. Prajurit Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah (HST) bersama Yonif 621/Manuntung menundukkan kepala di hadapan pusara para pejuang bangsa dalam ziarah daerah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (2/10/2026).
Suasana khidmat menyelimuti kompleks makam pahlawan tersebut. Seragam prajurit yang biasanya identik dengan ketegasan berubah menjadi simbol penghormatan ketika seluruh peserta mengikuti prosesi ziarah untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi Indonesia.
Ziarah dipimpin Pasipersdim 1002/HST Kapten Inf Rudi Hartono. Kegiatan diikuti anggota dan ASN Kodim 1002/HST beserta Persit, serta prajurit dan Persit Yonif 621/Manuntung.

Prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, doa bersama dan tabur bunga di makam para pahlawan.
Kapten Inf Rudi Hartono menegaskan, ziarah bukan sekadar agenda seremonial dalam rangkaian HUT TNI. Di balik prosesi tersebut terdapat pesan penting agar generasi penerus tidak melupakan sejarah dan pengorbanan para pendahulu.
“Melalui kegiatan ini, kita mengenang dan menghormati jasa serta pengorbanan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat juang, patriotisme, dan rasa cinta tanah air dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurut Rudi, pengorbanan para pahlawan merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus menjadi landasan moral bagi prajurit TNI dalam menjalankan tugas.
Peringatan HUT ke-81 TNI, lanjutnya, juga menjadi momentum untuk memperkuat tekad prajurit dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Semangat pengabdian dan perjuangan para pahlawan harus terus menjadi inspirasi bagi kita dalam melaksanakan tugas,” katanya.
Tabur bunga menjadi prosesi penutup yang sarat makna. Satu per satu peserta memberikan penghormatan di pusara para pahlawan sebagai simbol penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan bagi bangsa dan negara.
Dari TMP Kusuma Bangsa, pesan itu kembali ditegaskan: perjuangan tidak berhenti ketika perang berakhir. Semangat pengabdian harus terus hidup dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
Bagi keluarga besar Kodim 1002/HST dan Yonif 621/Manuntung, ziarah tersebut menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa tugas sebagai prajurit bukan hanya tentang menjaga keamanan negara, tetapi juga meneruskan nilai patriotisme, nasionalisme dan pengabdian yang telah diwariskan para pahlawan.