Jelang Imlek, Harga Sembako Relatif Stabil, Gula Bergerak Naik

Jelang Imlek, Harga Sembako Relatif Stabil, Gula Bergerak Naik
Lapak Akong pedagang Telor,minyak goreng dan beras di pusat pasar tradisional Flamboyan Pontianak. (Foto: Apolo/Spektroom)

Spektroom – Menjelang perayaan Hari Raya Imlek yang tinggal menghitung hari dan disusul memasuki puasa Ramadhan, denyut aktivitas di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak, mulai terasa berbeda.

Hiruk pikuk tawar-menawar tetap berlangsung seperti biasa, namun ada kegelisahan kecil yang mulai muncul di benak sebagian pembeli: harga kebutuhan pokok.

Meski demikian, suasana pasar masih relatif tenang. Sebagian besar harga sembako terpantau stabil. Pedagang dan pembeli sama-sama berharap kondisi ini dapat bertahan hingga hari besar tiba.

Di tengah ramainya lapak sembako, ko Akong, salah seorang pedagang di Pasar Flamboyan menyebut hanya satu komoditas yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, yakni gula pasir.

“Kenaikannya tidak terlalu besar, sekitar seribu sampai dua ribu rupiah per kilo. Dari sebelumnya Rp17 ribu sekarang jadi Rp18 ribu,” ujar ko Akong saat ditemui Spektroom, Minggu (31/1/2026).

Menurutnya, kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

Ia menilai lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan memang hampir selalu terjadi, namun sejauh ini masih dalam batas aman.

Berbeda dengan gula, harga telur ayam justru masih menunjukkan stabilitas. Di lapak terpisah, Rudianto, pedagang sub agen telur, mengungkapkan harga telur ayam tidak mengalami perubahan berarti.

Telur grade A dijual di kisaran Rp2.300 per butir, sementara grade di bawahnya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp2.200 per butir.

“Permintaan juga masih normal, belum ada lonjakan. Masih seperti hari-hari biasa,” kata Rudianto.

Stabilnya harga telur menjadi kabar baik bagi masyarakat, mengingat telur merupakan salah satu bahan pangan utama yang banyak dikonsumsi, terutama menjelang perayaan Imlek dan bulan puasa yang sebentar lagi menyusul.

Sementara itu, untuk komoditas lain seperti beras subsidi dan minyak goreng bersubsidi, harga masih terpantau terkendali. Beras subsidi tetap dijual di harga Rp13.000 per kilogram.

Namun, ketersediaan minyak goreng subsidi masih menjadi catatan tersendiri. Beberapa lapak pedagang belum kembali mendapatkan pasokan.

“Stok minyak subsidi belum ada lagi, tapi harga minyak secara umum masih aman,” jelas Akong

Di tengah kondisi tersebut, para pembeli mulai menyesuaikan pola belanja. Ada yang membeli secukupnya, ada pula yang mulai mencicil kebutuhan menjelang Imlek.

Harapan pun sederhana: harga tetap bersahabat, stok terjaga, dan perayaan dapat berlangsung tanpa beban tambahan bagi masyarakat.

Bagi pedagang, stabilnya harga bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan pembeli. Dan di Pasar Flamboyan, harapan itu masih hidup di antara lapak-lapak yang terus berdenyut setiap harinya.

Berita terkait

Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, IPIM Kepulauan Selayar Gelar Bimbingan Tahsin bagi Imam Masjid

Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, IPIM Kepulauan Selayar Gelar Bimbingan Tahsin bagi Imam Masjid

Spektroom — Pimpinan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar kegiatan konsolidasi, silaturahmi, serta bimbingan tahsin bagi para imam masjid se-Kecamatan Benteng dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Kecamatan Benteng, diikuti para imam masjid serta lurah se-Kecamatan

Yahya Patta