Jelang Puncak Haji, Otoritas Saudi Perketat Akses, Jemaah Diimbau Lebih Awal ke Masjidil Haram

Jelang Puncak Haji, Otoritas Saudi Perketat Akses, Jemaah Diimbau  Lebih Awal ke Masjidil Haram
Ilustrasi jelang puncak haji Jemaah berbagai negara memadati Masjidil Haram, Makkah ( Foto : Antara )

Jakarta - Spektroom : Makkah semakin dipadati jutaan jemaah haji dari seluruh dunia seperti Pakistan, Bangladesh, dan Turki termasuk Indonesia, menjelang puncak haji 2026.

Seiring pergerakan jemaah Indonesia ke Makkah dari Madinah, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk tidak membawa barang berlebihan karena dapat menghambat mobilitas dan distribusi bagasi.

Di Makkah, sebanyak 1.551 jemaah dari empat kloter telah tiba untuk menjalani umrah wajib dan persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Otoritas Saudi memperketat akses masuk ke Masjidil Haram, jemaah diimbau untuk tidak memaksakan salat di Masjidil Haram dan memilih salat di hotel atau masjid sekitar untuk menghindari risiko keamanan dan Kesehatan.

“Kami mengimbau jemaah berangkat minimal dua jam lebih awal agar perjalanan menuju Masjidil Haram lebih aman dan nyaman,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar mewaspadai suhu panas di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius.

“Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Jemaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” tutup Maria.

Hingga Kamis (30/4/2026), sebanyak 159 kelompok terbang (kloter) dengan total 62.193 jemaah dan 689 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sementara itu, jemaah yang sudah tiba di Madinah mencapai 57.955 orang yang tergabung dalam 149 kloter. Adapun jemaah yang mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah tercatat sebanyak 4.871 jemaah dari 12 kloter.

Dari sisi kesehatan, sebanyak 4.246 jemaah menjalani rawat jalan. 70 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 101 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan 42 orang masih menjalani perawatan di RSAS. Sementara, jumlah jemaah wafat hingga 30 April 2026 sebanyak 5 orang.

Berita terkait