Jelang Usia 500 Tahun, Jakarta Perkuat Gerakan Pilah Sampah untuk Warisan Lingkungan Berkelanjutan
Jakarta - Spektroom: Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen meninggalkan warisan yang membanggakan bagi generasi mendatang. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur modern, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Demikian dikatakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri acara apel siaga 'Jaga Jakarta Pilah Sampah' di Monumen Nasional, Minggu (21/6/2026).
"Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan Gerakan Pilah Sampah yang melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan sampah di ibu kota," katanya.
Gubernur, mengajak para wali kota, camat, hingga lurah untuk memastikan gerakan pilah sampah berjalan secara efektif di setiap wilayah.
Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pengurangan dan pengelolaan sampah dapat memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan.
"Jakarta menghadapi tantangan besar terkait produksi sampah yang rata-rata mencapai 9.000 ton per hari. Jakarta harus melakukan perubahan mendasar. Terlebih, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menjadi tumpuan pengelolaan sampah, saat ini telah mendekati kapasitas maksimum," ungkapnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah dengan cara angkut dan buang sudah tidak lagi relevan diterapkan di Jakarta.
Jakarta harus melakukan perubahan mendasar, dimulai dari pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berkomitmen untuk menjaga Jakarta menjadi kota global yang bersih, layak huni, dan berkelanjutan.
"Sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber, Jakarta memiliki fondasi yang kuat untuk menjadikan gerakan pilah sampah sebagai bagian dari budaya masyarakat. Karena itu, mulai 1 Agustus 2026 diharapkan hanya sampah residu yang akan dikirimkan ke TPST Bantargebang," tegasnya.
Lebih lanjut, Pramono ingin gerakan pilah sampah dapat diimplementasikan oleh seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta para pemimpin wilayah di Jakarta agar memastikan gerakan pilah sampah dapat berjalan baik.
"Kepada Ketua RT dan Ketua RW, agar aktif berinovasi dalam mengelola sampah di lingkungannya masing-masing," katanya.
Promono mengapresiasi kepada para kader lingkungan, pengurus bank sampah, PPSU, petugas kebersihan, dan masyarakat yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Jakarta.
"Mari kita jadikan semangat "Jaga Jakarta Pilah Sampah" sebagai gerakan bersama. Gerakan yang dimulai dari rumah, tumbuh di lingkungan, dan menjadi budaya seluruh warga Jakarta," ajaknya.