Jemaat GPM Latuhalat Gelar Persidangan ke 41, Sekot Ambon : Program Gereja harus bersinergi dengan Pemkot
Spektroom - Warga Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) lingkup Klasis GPM pulau Ambon, giat menggelar Persidangan Jemaat. Khusus di Jemaat GPM Latuhalat , Klasis Pulau Ambon digelar dalam ibadah Minggu di Gedung Gereja Pniel Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, minggu (25/01/2026).
Persidangan ke 41 Jemaat GPM Latuhalat dibuka secara secara resmi oleh Anggota Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon Pdt Yoke Diaz, dihadiri Sekretaris Kota Ambon Roby Sapulette, mewakili Wali Kota dan Raja Negeri Latuhalat Audy Salhuteru, Perwakilan Koramil dan Polsek Nusaniwe, ditandai dengan Pemukulan tifa.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekot Ambon Roby Sapulette pada acara Pembukaan Persidangan Jemaat GPM Latuhalat mengatakan, Pemerintah Kota mendukung sepenuhnya pelaksanaan Persidangan ke 41 Jemaat GPM Latuhalat.

Lanjutnya, program pelayanan yang ducetuskan gereja harus bersinergi dengan program yang sedang dijalankan pemerintah. Ia mencontohkan Penanganan sampah dan hidup sehat, kini sedang giat dilakukan, ujar Sapulette lewat Program prioritas Pemkot Ambon.
Diakhir Sambutan Sekot Ambon, Roby Sapulete juga menyampaikan rasa teraharunya atas syair lagu Paduan Suara Bukit Sion Jemaat setempat yang membawakan lagu berjudul 7 bangkit Latuhalat, berisikan sprit latuhalat bae bae, sehat sehat,pandai pandai , bersih bersih dan latuhalat aman aman. Ia meminta warga Jemaat setempat agar syair lagu tersebut tidak sekedar dilafalkan tetapi perlu diwujud-nyatakan dalam membangun latuhalat lebih baik kedepan, tegasnya.
Sementara Anggota MPK Pulau Ambon Pendeta Yoke Diaz dalam sambutan mengatakan, Persidangan Jemaat merupakan forum tertinggi dalam kehidupan bergereja dan memiliki makna strategis dalam mengevaluasi dan menyusun program kerja tahunan.

Dikatakan, pihak Klasis Pulau Ambon masih memberikan kesempatan bagi Jemaat lainnya untuk melaksanakan kegiatan persidangan tersebut sebagai upaya rencana pengembangan Jemaat, hingga juni 2026 mendatang , tuturnya sambil tetap fokus pada penataan dan pengembangan pemberdayaan masing masing Jemaat.
Mengakhiri sambutannya, Pendeta Diaz menegaskan, ĜPM tetap mewujudkan panggilan propektif berorientasi pada pelayanan umat yang berdamai sejahtera, tentunya kata Diaz dimulai dari dalam keluarga, terutama anak remaja dan pemuda.

Sementara Ketua Majelis Jemaat GPM Latuhalat Pendeta Agus Hetarion dalam pidatonya mengajak peserta sidang secara cermat menggumuli rancangan program yang akan disusun sebagai program kerja untuk dilaksanakan pada tahun pelayanan 2026.
Ketua Panitia Persidangan ke 41 Jemaat GPM Latuhalat Marthin Munster dalam Laporannya mengatakan, sidang berlangsung sehari penuh diikuti 227 peserta utusan Sektor dan unit Pelayanan Jemaat, dilandasi gumulam tema " Anugrah Allah melengkapi dan menenggukan gereja menuju Satu Abad GPM"
(Yan.L)