Jembatan Satukan Harapan di Pedalaman Landak Kalbar

Jembatan Satukan Harapan di Pedalaman Landak Kalbar
Tampak di belakang Jembatan Gantung Merah putih didusun pekantas,desa Darit kecamatan Menyuke yg diresmikan oleh Presiden Prabowo lewat Zoom Meeting. Foto : Spektroom

Landak - Spektroom : Di Dusun Pemantas, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, suara tepuk tangan pecah ketika layar Zoom menampilkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang meresmikan Jembatan Gantung Garuda, Kamis (13/08/2026).

Bagi sebagian orang, peresmian jembatan mungkin hanya seremonial pembangunan infrastruktur. Namun bagi warga di pedalaman Menyuke, jembatan itu adalah simbol perubahan yang telah lama dinanti. Sejak bertahun-tahun, warga Dusun Pemantas harus bergantung pada akses penyeberangan yang terbatas untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Saat musim hujan tiba dan debit sungai meningkat, perjalanan menuju kebun, sekolah, maupun pusat pelayanan sering kali menjadi lebih sulit dan berisiko. Kini, bentangan Jembatan Gantung Garuda berdiri kokoh menghubungkan harapan yang selama ini terpisah oleh sungai.

Di bawah terik matahari, masyarakat berkumpul menyaksikan momen bersejarah tersebut. Anak-anak berlarian di sekitar jembatan baru, sementara para orang tua berdiri memperhatikan dengan wajah penuh syukur.

Mereka memahami kehadiran jembatan ini bukan sekadar mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih baik. Bagi petani setempat, akses yang lebih aman berarti hasil panen dapat diangkut dengan lebih mudah menuju pasar.

Bagi para pelajar, perjalanan menuju sekolah menjadi lebih nyaman. Dan bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan, jembatan ini dapat menjadi jalur yang mempercepat akses pertolongan.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan hasil sinergi antara TNI dan masyarakat. Kerja sama itu menjadi bukti pembangunan tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat.

Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo usai mengikuti peresmian mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun bersama. Pesan tersebut disambut positif oleh warga yang menyadari bahwa keberlangsungan manfaat jembatan sangat bergantung pada kepedulian bersama.

Di antara kerumunan warga, tokoh masyarakat Desa Darit, H. Usman Abra, tampak tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.Perhatian pemerintah terhadap wilayah pedalaman seperti Desa Darit memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menginginkan pemerataan pembangunan.

Saat senja mulai turun di Menyuke, Jembatan Gantung Garuda berdiri sebagai lebih dari sekadar konstruksi baja dan kabel. Ia menjadi penghubung kehidupan, penguat persaudaraan, sekaligus penanda pembangunan telah menjangkau hingga pelosok.

Berita terkait

Tak Mau Jadi Pasar Saja, Pemerintah Bidik Kuasai 5 Lapisan Ekosistem AI Mulai Energi hingga Aplikasi

Tak Mau Jadi Pasar Saja, Pemerintah Bidik Kuasai 5 Lapisan Ekosistem AI Mulai Energi hingga Aplikasi

Yogyakarta-Spektroom : Pemerintah menegaskan Indonesia tidak ingin selamanya menjadi pengguna teknologi kecerdasan artifisial. Targetnya adalah naik kelas menjadi pemain yang diperhitungkan dalam pengembangan AI di tingkat global. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan strategi itu saat menghadiri acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/8/

Rafles