Trending

Jeritan Dapur dan Ancaman PHK: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Masalah Gas

Jeritan Dapur dan Ancaman PHK: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Masalah Gas
Flyer Spektroom

Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom

Jakarta - Spektroom : Lonjakan harga gas industri dan LPG non-subsidi kini menjadi ancaman nyata yang menjepit berbagai lini kehidupan, mulai dari dapur rumah tangga hingga kelangsungan hidup puluhan ribu buruh. Pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat kepanikan di sektor riil.

Sinyal bahaya telah dibunyikan oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea terkait potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 55.000 pekerja.

Industri keramik menjadi korban pertama akibat meroketnya biaya gas dari 6 dolar AS menjadi 23 dolar AS per MMBTU, yang berimbas pada ancaman tutupnya pabrik seperti Milenium Keramik dan Mulia Keramik. Jika tidak segera diselesaikan, gelombang PHK ini diproyeksikan menyebar masif ke industri tekstil.

Ternyata, tingginya harga gas tidak hanya membebani korporasi besar, tetapi juga berdampak langsung ke dapur masyarakat. Penyesuaian harga dasar gas non-subsidi LPG 12 kg oleh PT Pertamina Patra Niaga membuat harga di Jawa-Bali tembus Rp228.000, bahkan mencapai Rp245.000 untuk luar Jawa.

Kondisi ini memaksa kelas menengah beralih menggunakan gas melon 3 kg. Akibatnya, pasokan untuk warga kurang mampu dan pelaku usaha kecil (pedagang warteg dan gorengan) semakin langka dan harganya melambung tinggi di tingkat pengecer.

Kenapa pasokan gas kita rentan? Gas Alam Pipa/LNG: Mengalami lonjakan harga imbas ketidakstabilan geopolitik global seperti krisis Selat Hormuz.

LPG Tabung 3 Kg: Kebutuhan nasional didominasi impor, dan jalur distribusi utama terganggu sehingga membengkakkan biaya.

Langkah Penyelamatan Darurat Pemerintah dan DPR

Merespons jeritan pengusaha dan buruh dalam Rakernas KSPI di Jakarta Pusat, Selasa ( 23/6/2026) Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bergerak cepat dengan melakukan sambungan telepon langsung kepada Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, untuk menuntut solusi konkret.

Menghadapi situasi kritis ini, pemerintah dan DPR tengah menyiapkan langkah penyelamatan, di antaranya, menekan harga gas sektor prioritas ke angka 7 dolar AS untuk bahan bakar dan 6,5 dolar AS untuk bahan baku per MMBTU.

Membentuk satuan tugas khusus guna merespons keluhan dan memitigasi potensi PHK mempertemukan seluruh stakeholder untuk merumuskan jalan keluar dalam waktu dekat

Negara tidak boleh kalah oleh masalah gas. Pemerintah harus segera mengunci harga gas sektor prioritas ke angka 7 dolar AS untuk bahan bakar dan 6,5 dolar AS untuk bahan baku, serta menindak tegas oknum yang mempermainkan pasokan.

Mari kawal bersama kebijakan ini! Suarakan aspirasi Anda, awasi distribusi gas di lingkungan sekitar, dan desak pemerintah untuk segera merealisasikan Satgas Khusus demi menyelamatkan sektor industri serta menjaga dapur rakyat tetap mengepul. (**).

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles