Sinergitas RSUD Abdul Moeloek-KAI: Membawa Asa Sehat Lewat Jalur Rell

Sinergitas RSUD Abdul Moeloek-KAI: Membawa Asa Sehat Lewat Jalur Rell
Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali (Kiri) dan Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy (Kanan) tengah berdiskusi seputar Rail Clinic. (Foto Humas RSUDAM Bandarlampung)

Bandarlampung – Spektroom: Derit roda kereta api di Stasiun Sukamenanti, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, membawa pesan berbeda bagi warga sekitar.

Kuda besi yang menempel di Rell bukan sekedar angkutan barang atau penumpang, rangkaian gerbong, itu adalah Rail Clinic milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang yang hadir sebagai oase kesehatan bagi sekitar 250 warga dan siswa sekolah dasar yang mengantri sejak pagi.

Kegiatan bakti sosial ini menjadi tonggak penguatan kerja sama strategis antara PT KAI dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

Kolaborasi ini bertujuan memperluas aksesibilitas medis bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur perkeretaapian.

Menurut Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, pentingnya jemput bola dalam pelayanan kesehatan.

0:00
/0:54

Video Source RSUDAM Bandarlampung

Dirinya menilai kehadiran rumah sakit di atas rel merupakan langkah konkret mendekatkan fasilitas medis ke kantong-kantong pemukiman masyarakat yang sulit menjangkau pusat kota.

"Program Rail Clinic sangat baik karena mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kami mengapresiasi langkah KAI yang secara konsisten menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan bagi warga," ujar dr. Imam Ghozali, Rabu (24/6/2026).

Pada kegiatan di Sukamenanti, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menerjunkan tim spesialis, termasuk dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Sarlita Indah ,Sp.OG bersama bidan Zanariah, keperawatan, P3IP bersama tim promosi kesehatan.

Selain tim dari RSUD tersebut, pelayanan kesehatan juga melibatkan tim medis dari PT KAI Divre IV Tanjungkarang yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan mata, gigi, laboratorium sederhana, hingga penyuluhan kesehatan.

Langkah ini memastikan warga tidak hanya mendapatkan pemeriksaan umum, tetapi juga layanan medis yang lebih spesifik.

Sinergi ini tidak berhenti pada pemeriksaan rutin. dr. Imam Ghozali memproyeksikan kolaborasi ini akan mencakup tindakan medis yang lebih kompleks di masa depan dengan memanfaatkan fasilitas di dalam rangkaian kereta medis tersebut.

"Kita itu memang baru menjalin kerja sama dengan KAI. Oleh karenanya kita men-support tidak hanya ke depan program-program bakti sosial yang biasa, tetapi misalnya untuk operasi amandel yang simpel bisa dikerjakan di situ atau untuk operasi katarak kita bisa kerjakan di situ," ungkap dr. Imam Ghozali.

Selain tindakan bedah minor, dr. Imam juga menyoroti kebutuhan lansia di sekitar rel.

"Yang paling menarik itu diadakannya baksos nyeri ya untuk orang-orang lansia yang biasa nyeri pinggang, nyeri lutut begitu. Itu bisa dikerjakan di Rail Clinic untuk meningkatkan akses kesehatan," tambahnya.

Jika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek telah siap memposisikan diri sebagai rumah sakit rujukan utama.

Dilain pihak, Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy, menyatakan bahwa program ini adalah wujud kontribusi positif perusahaan di bidang kesehatan sekaligus mempererat hubungan dengan konstituen di sepanjang jalur Reil.

Selain layanan kesehatan, KAI menyalurkan dua unit kursi roda, delapan unit kruk, serta puluhan kacamata untuk lansia dan siswa sekolah.

Kehadiran Rail Clinic juga menjadi momentum edukasi keselamatan perjalanan kereta api oleh Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).

Sinergi ini diharapkan tidak hanya menyehatkan fisik warga, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga aset dan keselamatan di lingkungan perkeretaapian Lampung.(@Ng).

Berita terkait

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Raih Apresiasi Cita Loka Fest 2026.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Raih Apresiasi Cita Loka Fest 2026.

Tanjungpinang-Spektroom : Pengembangan potensi ekonomi berbasis warisan budaya yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) berbuah manis dengan diraihya penghargaan dalam ajang Cita Loka Fest 2026 yang diselenggar Tribun Network di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Pemprov Kepulauan Riau meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Pengembangan Ekonomi Berbasis

Desmawati, Rafles