KAI Daop 5 Purwokerto Berangkatkan 322.780 Penumpang Selama Nataru 2025/2026

KAI Daop 5 Purwokerto Berangkatkan 322.780 Penumpang Selama Nataru 2025/2026
Usai libur natal 2025 dan tahun baru 2026, Senin 5/1/2026 situasi stasiun Purwokerto sudah berangsur sepi. (Foto : Biantoro).

Spektroom – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mencatat kinerja positif pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 5 Purwokerto memberangkatkan sebanyak 322.780 penumpang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 17 persen dibandingkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 276.119 penumpang. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan bahwa selain keberangkatan, jumlah penumpang yang tiba di wilayah Daop 5 Purwokerto juga tergolong tinggi. Selama 18 hari masa angkutan Nataru 2025/2026, total kedatangan penumpang mencapai 335.727 orang.
“Capaian ini menandakan bahwa jasa layanan transportasi kereta api terus menjadi pilihan utama masyarakat, baik untuk perjalanan liburan maupun mobilitas lainnya,” ujar As’ad dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

Meski masa libur sekolah telah berakhir, aktivitas penumpang di sejumlah stasiun masih terpantau ramai. Salah seorang penumpang, Lili, warga Kelurahan Sumampir, Purwokerto, mengaku sengaja memilih berangkat setelah puncak libur untuk memudahkan mendapatkan tiket.

“Saya sengaja berangkat hari ini karena kesempatan mendapat tiket lebih mudah,” ujarnya.

As’ad menegaskan, KAI Daop 5 Purwokerto terus berkomitmen memberikan layanan transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu perjalanan bagi seluruh pelanggan.

Pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, lima stasiun dengan jumlah keberangkatan dan kedatangan penumpang terbanyak di wilayah Daop 5 Purwokerto adalah Stasiun Purwokerto dengan 121.562 penumpang berangkat dan 121.515 penumpang datang.

Disusul Stasiun Kutoarjo dengan 45.582 penumpang berangkat dan 49.735 penumpang datang.
Selanjutnya Stasiun Kroya memberangkatkan 36.054 penumpang dan menerima 38.243 penumpang, Stasiun Kebumen dengan 26.816 penumpang berangkat dan 29.101 penumpang datang, serta Stasiun Gombong dengan 19.514 penumpang berangkat dan 20.468 penumpang datang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka menggunakan kereta api selama masa Natal dan Tahun Baru 2025/2026,” tutup As’ad.

Berita terkait

Bupati Jeneponto Tekankan Profesionalisme dan penyegaran birokrasi

Bupati Jeneponto Tekankan Profesionalisme dan penyegaran birokrasi

Jeneponto,- Spektroom : Pergeseran posisi dalam struktur birokrasi merupakan hal yang wajar sebagai bentuk penyegaran organisasi. Juga sebagai upaya penyesuaian kebutuhan pemerintahan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Jeneponto Paris Yasir saat melantik dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di

Yahya Patta
Kemenag Sawahlunto Perkuat Ciri Khas Madrasah, Fokus Program Al-Qur’an dan Tahfidz di Semua Jenjang

Kemenag Sawahlunto Perkuat Ciri Khas Madrasah, Fokus Program Al-Qur’an dan Tahfidz di Semua Jenjang

Sawahlunto-Spektroom : Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M, menggelar rapat dan pembinaan kepada seluruh kepala madrasah di lingkungan Kemenag Kota Sawahlunto, Senin (18/5/26). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan ciri khas madrasah melalui program pendidikan keagamaan yang berkelanjutan di setiap jenjang pendidikan.

Riswan Idris, Rafles
Digitalisasi Bansos, Penyaluran Lebih Tepat dan Transparan

Digitalisasi Bansos, Penyaluran Lebih Tepat dan Transparan

Jakarta-Spektroom : Pemerintah memperkuat digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) untuk memastikan bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Mira Tayyiba, mengatakan selama ini data bansos masih belum terintegrasi sehingga memicu duplikasi penerima dan salah sasaran bantuan. “Dengan sistem digital,

Diah Utami, Rafles