Kemenag Sawahlunto Perkuat Ciri Khas Madrasah, Fokus Program Al-Qur’an dan Tahfidz di Semua Jenjang

Kemenag Sawahlunto Perkuat Ciri Khas Madrasah, Fokus Program Al-Qur’an dan Tahfidz di Semua Jenjang
Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M, menggelar rapat dan pembinaan kepada seluruh kepala madrasah di lingkungan Kemenag Kota Sawahlunto. (Foto: Humaa Kemenag Swl)

Sawahlunto-Spektroom : Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M, menggelar rapat dan pembinaan kepada seluruh kepala madrasah di lingkungan Kemenag Kota Sawahlunto, Senin (18/5/26). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan ciri khas madrasah melalui program pendidikan keagamaan yang berkelanjutan di setiap jenjang pendidikan.

Dalam arahannya, Kakankemenag menegaskan bahwa madrasah harus mampu memperkuat identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga melahirkan generasi berkarakter Islami dan memiliki kompetensi keagamaan yang kuat.

“Penguatan program keagamaan di madrasah harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan agar menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman agama yang baik sekaligus mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulkifli.

Dalam pembinaan tersebut, Zulkifli menjelaskan bahwa pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), peserta didik diharapkan memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi pondasi utama pendidikan keagamaan yang harus ditanamkan sejak dini kepada siswa madrasah.

“Anak-anak MI harus dipastikan mampu membaca Al-Qur’an secara baik dan benar sebagai dasar pembentukan karakter dan pendidikan Islam,” katanya.

Ia menilai penguatan literasi Al-Qur’an sejak usia dasar sangat penting untuk membangun generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.

Sementara itu, pada tingkat Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), siswa mulai diarahkan mengikuti program tahfidz Al-Qur’an secara terstruktur.

Program hafalan tersebut, kata Zulkifli, harus terus dibina dan ditingkatkan agar peserta didik memiliki kedekatan yang kuat dengan Al-Qur’an.

“Di tingkat MTsN, siswa mulai dibimbing dalam program tahfidz sehingga mereka memiliki hafalan Al-Qur’an yang terus berkembang,” ujarnya.

Program tahfidz dinilai menjadi salah satu ciri khas penting pendidikan madrasah yang membedakannya dengan lembaga pendidikan umum lainnya.

Pada jenjang Madrasah Aliyah (MA), Kemenag Sawahlunto mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan keagamaan yang lebih mendalam.

Tidak hanya menghafal Al-Qur’an, siswa MA juga diharapkan mampu memahami kandungan ayat, mensyarah, berceramah, hingga menjadi khatib.

“Peserta didik MA harus mulai diarahkan untuk memahami isi Al-Qur’an dan memiliki kemampuan dakwah sehingga siap menjadi generasi penerus yang mampu berkontribusi di tengah masyarakat,” kata Zulkifli.

Menurutnya, kemampuan komunikasi keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan madrasah yang percaya diri dan memiliki daya saing.

Kakankemenag menegaskan bahwa penguatan program keagamaan tersebut merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi madrasah yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam nilai-nilai keislaman.

Ia berharap seluruh kepala madrasah di Kota Sawahlunto dapat terus berinovasi dalam mengembangkan program pendidikan berbasis keagamaan yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan identitas madrasah.

“Madrasah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak, religius, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tutupnya. (Ris1)

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas
ссс