Trending

KAI Daop 5 Purwokerto Intensifkan Penataan Perlintasan, 184 Titik Liar Ditutup

KAI Daop 5 Purwokerto Intensifkan Penataan Perlintasan, 184 Titik Liar Ditutup
Penutupan pintu pelintasan liat dilakukan bekerjasama dengan pihak terkait di wilayah Daop 5 Purwokerto. (Foto : Humas Daop 5).

Purwokerto-Spektroom: PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto terus memperkuat langkah keselamatan dengan menata perlintasan sebidang, termasuk menutup ratusan perlintasan liar dalam satu dekade terakhir.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menegaskan bahwa keberadaan perlintasan liar menjadi salah satu sumber risiko tinggi karena tidak dilengkapi sistem pengamanan serta berada di luar regulasi resmi.

Kondisi ini dinilai mempersempit ruang aman antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat di sekitar jalur.

“Setiap perlintasan harus memenuhi standar keselamatan. Untuk titik yang belum sesuai ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk opsi penutupan,” ujar As’ad, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat 196 perlintasan sebidang di wilayah Daop 5 Purwokerto. Dari jumlah tersebut, 34 di antaranya masih berupa perlintasan tidak terjaga yang memerlukan perhatian serius dalam pengelolaannya.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko, KAI bersama pemangku kepentingan telah menutup 184 perlintasan liar sejak 2017 hingga April 2026. Penutupan tersebut bertujuan menciptakan sistem perlintasan yang lebih tertib sekaligus menekan potensi kecelakaan.

penutupan pintu pelintasan liat dilakukan dengan memasang portal dari besi rel kereta api (Foto: Humas KAI Daop 5 Pwt).

Menurut As’ad, langkah ini juga diarahkan untuk mendorong masyarakat menggunakan titik penyeberangan resmi yang lebih aman. Ia menekankan bahwa keselamatan di perlintasan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kedisiplinan pengguna jalan.

“Kereta api membawa ratusan hingga ribuan penumpang dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta tidak bisa berhenti mendadak, sehingga kewaspadaan pengguna jalan menjadi kunci utama,” jelasnya.

KAI pun mengajak masyarakat untuk membiasakan perilaku aman saat melintas, seperti berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan jalur benar-benar aman sebelum menyeberang.

Penataan perlintasan, lanjut As’ad, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama antara pemerintah, operator, dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan angka kecelakaan di perlintasan dapat terus ditekan.

“Keselamatan di perlintasan adalah tanggung jawab bersama. Risiko yang terjadi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar,” tutupnya.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles