KAI Daop 5 Purwokerto Layani 683 Ribu Penumpang hingga Februari 2026
Purwokerto-Spektroom: Kinerja angkutan penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Selama periode Januari hingga Februari 2026, KAI Daop 5 Purwokerto melayani sebanyak 683.183 pelanggan yang menggunakan jasa transportasi kereta api ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 644.145 pelanggan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat untuk berbagai keperluan perjalanan, mulai dari pekerjaan, pendidikan hingga wisata.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api tidak lepas dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan, khususnya ketepatan waktu perjalanan.
“Ketepatan waktu menjadi salah satu faktor penting yang membuat masyarakat semakin percaya menggunakan kereta api. KAI terus berupaya menjaga keandalan operasional agar perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Berdasarkan data keberangkatan penumpang, Stasiun Purwokerto menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi di wilayah Daop 5 Purwokerto. Selanjutnya disusul Stasiun Kutoarjo, Kroya, Kebumen, dan Gombong yang juga menjadi titik keberangkatan favorit masyarakat.
Sementara itu, sejumlah kota tujuan favorit penumpang dari wilayah Daop 5 Purwokerto antara lain Pasar Senen, Yogyakarta, Kiaracondong, Bekasi, dan Gambir.
Pada periode Januari–Februari 2026, KAI Daop 5 Purwokerto juga mencatat tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) yang tinggi. OTP keberangkatan kereta api penumpang mencapai rata-rata 99,73 persen, sedangkan OTP kedatangan mencapai 98,52 persen.
Menurut As’ad, capaian tersebut menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan melalui perawatan sarana dan prasarana secara berkala, peningkatan koordinasi operasional, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di lapangan.