Kak Nina Tinggalkan Mimpi untuk Pramuka Depok: Sebuah "Rumah di Alam" bagi Generasi Penerus

Kak Nina Tinggalkan Mimpi untuk Pramuka Depok: Sebuah "Rumah di Alam" bagi Generasi Penerus
Kak Nina Zusana berakhir Jabatan sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Depok 2021-2016. (Foto: Kominfo Kota Depok)

Depok- Spektroom : ​Suasana Gedung Pramuka Grand Depok City (GDC), Sabtu (6/6/2026), dipenuhi nuansa haru sekaligus harapan. Di tempat yang selama ini menjadi pusat aktivitas kepramukaan itu, masa bakti Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Depok periode 2021–2026, Nina Suzana, resmi berakhir.

Bagi perempuan yang akrab disapa Kak Nina, Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Ada mimpi yang ingin ia titipkan kepada para penerusnya: menghadirkan bumi perkemahan bagi anak-anak Pramuka Kota Depok.

Di hadapan para peserta Muscab, Kak Nina mengungkapkan rasa syukur setelah menuntaskan dua periode kepemimpinannya. Ia mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama jajaran pengurus dan para pembina Pramuka.

Salah satu capaian yang paling membanggakan, menurutnya, adalah berdirinya Gedung Pramuka Kota Depok yang megah berkat dukungan dana hibah Pemerintah Kota Depok.

"Alhamdulillah dengan dukungan dana hibah Pemkot Depok, telah terbangun gedung Pramuka yang megah dan paling bagus se-Jawa Barat. Sarana dan prasarananya juga sudah lengkap," ujarnya.

Gedung tersebut kini bukan sekadar kantor organisasi. Di dalamnya tumbuh berbagai kegiatan pembinaan karakter, pelatihan, pendidikan kepemimpinan, hingga ruang bertemunya anak-anak muda untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun, di balik kebanggaan atas warisan fisik itu, Kak Nina mengaku masih menyimpan satu pekerjaan rumah yang belum sempat diwujudkan: Kota Depok belum memiliki bumi perkemahan sendiri.

Baginya, bumi perkemahan bukan hanya hamparan tanah untuk mendirikan tenda. Tempat itu adalah ruang pendidikan yang hidup, tempat anak-anak belajar tentang kemandirian, gotong royong, disiplin, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap sesama melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

"Bumi perkemahan bisa jadi ruang tumbuh anak-anak, bukan hanya di dalam ruangan, tapi juga belajar mandiri di alam," katanya.

Ia meyakini pendidikan karakter tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas atau gedung pertemuan. Alam memiliki cara tersendiri dalam menempa mental generasi muda agar lebih tangguh menghadapi kehidupan.

Karena itu, Kak Nina berharap kepengurusan baru Kwarcab Depok periode 2026–2031 dapat melanjutkan perjuangan tersebut. Ia juga berharap Gerakan Pramuka semakin berkembang melalui berbagai inovasi, penguatan tata kelola organisasi, peningkatan keanggotaan, serta program-program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

"Pramuka harus makin dikenal masyarakat dan dicintai anak-anak serta orang tua. Karena Pramuka ini ekstrakurikuler yang membantu pemerintah membentuk karakter, kedisiplinan, jiwa sosial, dan keagamaan anak," pungkasnya.

Muscab ke-IV pun menjadi penanda berakhirnya satu babak kepemimpinan dan dimulainya estafet baru di tubuh Kwarcab Kota Depok. Gedung Pramuka yang megah telah menjadi warisan nyata dari perjalanan Kak Nina.

Kini, ia meninggalkan satu mimpi yang belum selesai: menghadirkan sebuah "rumah di alam" bagi anak-anak Pramuka Depok.
Sebuah tempat untuk belajar di bawah rindangnya pepohonan, berbagi cerita di sekitar api unggun, berlatih menjadi pemimpin, serta menempa karakter sebagai generasi penerus bangsa.

Berita terkait

Dua Dosen Unsoed Borong Penghargaan Bergengsi di Indolivestock Innovation Awards 2026

Dua Dosen Unsoed Borong Penghargaan Bergengsi di Indolivestock Innovation Awards 2026

Purwokerti-Spektroom : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua dosen Fakultas Pertanian Unsoed berhasil meraih penghargaan pada ajang Indolivestock Innovation Awards 2026 yang digelar dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum 2026 di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Rabu (17/6/2026). Prestasi

Bian Pamungkas
Dinas Pendidikan Palangka Raya Cetak Kepala Sekolah Adaptif Digital dan Berstandar Nasional

Dinas Pendidikan Palangka Raya Cetak Kepala Sekolah Adaptif Digital dan Berstandar Nasional

Palangka Raya-Spektroom : Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya mencetak kepala sekolah yang adaptif terhadap perkembangan digital sekaligus memiliki kompetensi kepemimpinan berstandar nasional melalui Pelatihan dan Pembekalan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani menegaskan, kepala sekolah saat ini dituntut tidak hanya memahami

Polin, Rafles