Kakanwil DJP Kalselteng ; Pertumbuhan Perekonomian Kalsel Membaik
Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Anton Budhi Setiawan, mengatakan
Perekonomian Kalsel, mengalami Pertumbuhan Kuat dan Indikator Kesejahteraan Membaik.
Perekonomian Kalimantan Selatan terus menunjukkan dinamika yang tangguh. Hingga Januari 2026, Neraca Perdagangan Kalimantan Selatan mencatatkan surplus sebesar US$877,35 juta.
Hal tsb dikatakan Anton dalam kegiatan Assets Liabilities Committee (ALCo) yang dilaksanakan di Aula Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Jl. D. I. Panjaitan No.24, Antasan Besar,
Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Rabu (25/2/2026).
Angka ini sedikit mengalami kontraksi sebesar 1,10% (yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja surplus ini terbentuk dari nilai Ekspor bulan Januari yang tercatat sebesar US$948,19 juta yang terkontraksi 4,7% akibat penurunan volume komoditas utama batubara dan CPO serta nilai Impor yang tercatat sebesar US$70,84 juta.
Dari sisi harga, tingkat inflasi di Kalimantan Selatan pada Januari 2026 tercatat sebesar 4,66% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,28. Angka ini berada di atas tingkat inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,55% (yoy). Secara bulanan (mtm), Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 0,20%, berbanding terbalik dengan kondisi nasional yang justru mencatatkan deflasi sebesar 0,15%.
Tekanan inflasi bulanan (mtm) kali ini terutama didorong oleh kenaikan harga pada komoditas emas perhiasan, bayam, dan daging ayam ras. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, dan tarif angkutan udara justru memberikan andil deflasi, membantu menahan laju inflasi lebih lanjut.
Menutup catatan makro ekonomi, Kalimantan Selatan mengakhiri Triwulan IV 2025 dengan pertumbuhan 5,46% (yoy), kembali membuktikan resiliensi dengan capaian yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,39%.
Kinerja Fiskal Kalimantan Selatan
Memasuki awal tahun 2026, kinerja APBN di Kalimantan Selatan hingga 31 Januari 2026 mulai menunjukkan pergerakan realisasi. Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp2.82 triliun atau mencapai 9,81% dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp28.77 triliun.
Dari total belanja tersebut, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sangat mendominasi dengan kontribusi mencapai 89,13% atau terealisasi sebesar Rp2.51 triliun.
Sementara itu, Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 12,75% (yoy) dengan realisasi mencapai Rp306,76 miliar.
Di sisi penerimaan, Pendapatan Negara pada awal tahun ini mencatatkan realisasi sebesar minus Rp736,65 miliar (-2,50% dari target), yang mengindikasikan adanya kontraksi penerimaan di awal periode.
Sejalan dengan itu, kinerja APBD Regional Kalimantan Selatan hingga akhir Januari 2026 langsung mencatatkan surplus anggaran yang cukup baik sebesar Rp1.21 triliun.
Surplus ini terbentuk dari realisasi Pendapatan Daerah yang telah mencapai Rp2.04 triliun atau 6,49% dari target. Dari total pendapatan daerah tersebut, sebesar 75,85% masih ditopang oleh pendapatan yang diperoleh dari dana transfer Pemerintah Pusat.
Sedangkan untuk realisasi Belanja Daerah tercatat mencapai Rp829,66 miliar (2,03% dari pagu), yang menunjukkan pertumbuhan positif cukup signifikan sebesar 21,09% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (Junaedi).