Kanal Banjir Rp970 Juta Dibangun, Pemprov Kepri Targetkan Purwodadi Bebas Genangan

Kanal Banjir Rp970 Juta Dibangun, Pemprov Kepri Targetkan Purwodadi Bebas Genangan
Alat berat melaksanakan pembersihan kawasan sungai di Kampung Purwodadi, Sungai Lekop, Bintan Timur. (Foto:Diskominfo)

Tanjungpinang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempercepat upaya pengendalian banjir di Kampung Purwodadi, Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP), pemerintah membangun kanal banjir sepanjang sekitar 275 meter sebagai lanjutan program penanganan banjir yang telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir.

Pekerjaan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp970,96 juta dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.

Langkah ini diambil karena kawasan Kampung Purwodadi selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah langganan banjir saat musim hujan. Tinggi genangan bahkan kerap mencapai satu meter dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Banjir terbesar terjadi pada 2021 ketika air meluap hingga merendam kawasan mulai dari Jalan Korindo sampai Jalan Nusantara. Genangan saat itu tidak hanya mengganggu akses jalan, tetapi juga merendam permukiman serta lahan perkebunan milik warga.

Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dona Astrina di Tanjungpinang, Selasa (28/7/2026), menjelaskan pembangunan tahun ini merupakan kelanjutan pekerjaan yang telah dilaksanakan pada 2025.

"Pekerjaan meliputi pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi kanal, serta perbaikan saluran yang patah agar aliran air menjadi lebih lancar," kata Dona.

Menurutnya, upaya pengendalian banjir di kawasan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2021 melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kepri. Selanjutnya, pada 2025 Dinas PUPP kembali mengalokasikan anggaran untuk menangani bagian sungai yang berada paling dekat dengan permukiman warga yang selama ini paling terdampak banjir.

Dona mengungkapkan, hasil pekerjaan tahap sebelumnya menunjukkan dampak yang cukup signifikan terhadap pengurangan genangan.

"Hasilnya sangat signifikan. Akhir tahun 2025 banjir tidak lagi merendam permukiman warga," ujarnya.

Keberhasilan tahap awal tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan kanal pada 2026 sehingga sistem drainase dan aliran sungai di kawasan Purwodadi dapat berfungsi lebih optimal.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap penyelesaian pembangunan kanal banjir sepanjang 275 meter ini mampu mengatasi titik-titik genangan yang masih tersisa sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat saat curah hujan tinggi.

Dengan rampungnya proyek tersebut, kawasan Perkampungan Purwodadi dan wilayah sekitarnya ditargetkan dapat terbebas dari ancaman banjir yang selama ini menjadi persoalan utama warga setiap musim penghujan.

Berita terkait

BMKG: Erupsi Gunung Api Bawah Laut PNG, Munculkan Batu Apung Diperairan Papua

BMKG: Erupsi Gunung Api Bawah Laut PNG, Munculkan Batu Apung Diperairan Papua

Jayapura-Spektroom : Fenomena terdamparnya ribuan material batu apung yang melanda kawasan pesisir Kota Jayapura, termasuk Pantai Hamadi dan Pantai Base-G, kini temui kejelasan. Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura mengonfirmasi bahwa material tersebut berasal dari aktivitas erupsi gunung api bawah laut di perairan tetangga, Papua Nugini. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG per, 27 Juli

Anthonius Teniwut, Julianto