Kapal Pompong Terbalik 20 Meter dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Tujuh Penumpang Termasuk Dua Balita Selamat
Tanjungpinang, Spektroom - Kapal Pompong kayu yang mengangkut tujuh penumpang terbalik di perairan Tanjungpinang, sekitar 20 meter dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Selasa (4/8/2026) sore.
Berkat respons cepat aparat Satpolairud Polresta Tanjungpinang dan Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP), seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Ketujuh korban terdiri atas lima orang dewasa dan dua anak berusia dua tahun dan lima tahun. Mereka langsung dievakuasi menggunakan Kapal Gakkum Satpolairud setelah laporan kecelakaan diterima petugas.
Kepala Satpolairud Polresta Tanjungpinang, Kompol Zubaedah, menjelaskan insiden bermula saat pompong menjemput tujuh penumpang kapal feri di Ponton Domestik Pelabuhan Sri Bintan Pura untuk diantar menuju Kampung Bugis.
"Baru sekitar 20 meter meninggalkan pelabuhan, pompong terbalik akibat arus dan gelombang yang menyebabkan kapal kehilangan kendali dan keseimbangan," ujar Zubaedah.
Melihat kejadian tersebut, awak kapal feri yang sedang bersandar di Pelabuhan SBP segera memberikan pertolongan dengan melemparkan ban pelampung kepada para penumpang.

Saat itu, kondisi pompong sudah setengah tenggelam. Seluruh penumpang bertahan dengan berpegangan pada bagian atap dan haluan kapal yang masih terlihat di permukaan laut sambil menunggu bantuan datang.
Tak berselang lama, personel Satpolairud Polresta Tanjungpinang tiba di lokasi menggunakan Kapal Gakkum dan langsung mengevakuasi seluruh korban ke daratan. Para korban kemudian dibawa ke Kantor Karantina Kesehatan Tanjungpinang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pemulihan trauma.
"Semua korban berhasil diselamatkan. Mereka langsung kami berikan pelayanan kesehatan serta pendampingan untuk pemulihan trauma," kata Zubaedah.
Setelah kondisi dipastikan aman, seluruh penumpang diantar menuju Kampung Bugis menggunakan armada Kapal Gakkum Satpolairud. Zubaedah juga mengingatkan masyarakat dan operator transportasi laut agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang belakangan cukup ekstrem.
"Perhatikan informasi dan imbauan BMKG sebelum berlayar. Pastikan juga setiap kapal menyediakan jaket keselamatan untuk menjamin keamanan seluruh penumpang," tegasnya.
Salah seorang korban, Andri, menyampaikan apresiasi atas kesigapan petugas dalam melakukan penyelamatan. Ia bersama istri dan dua anaknya saat itu hendak mengunjungi kerabat di Kelurahan Kampung Bugis.
"Alhamdulillah saya, istri, dan anak-anak selamat. Kami juga diantar langsung oleh petugas ke Kampung Bugis. Terima kasih kepada Satpolairud yang bergerak cepat membantu kami," ujar Andri