Kapolda Kalbar Turun ke Titik Api Mempawah, Soroti Karhutla di Lahan Korporasi

Kapolda Kalbar Turun ke Titik Api Mempawah, Soroti Karhutla di Lahan Korporasi
Tampak di lokasi, Kapolda menerima laporan mengenai beratnya proses pemadaman. Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama. (Foto: Bid. Humas Polda Kalbar)

Mempawah-Spektroom : Asap tipis masih menggantung di udara ketika Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menapaki hamparan lahan gambut yang terbakar di Desa Sungai Kunyit Hulu, Kabupaten Mempawah, Selasa (1/9/2026).

Di tengah ancaman musim kemarau yang belum menunjukkan tanda berakhir, aparat kepolisian mulai mengarahkan perhatian pada kemungkinan keterlibatan korporasi dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kunjungan kerja Kapolda ke wilayah hukum Polres Mempawah bukan sekadar inspeksi lapangan.

0:00
/0:12

Kapolda saat menyisir lokasi Karhutla diwilayah Polres Mempawah. (Video .Bid Humas Polda Kalbar)

Bersama pejabat utama Polda Kalbar, pemerintah daerah dan instansi terkait, ia meninjau langsung titik panas di RT 004/RW 001 Dusun Semayar yang hingga kini masih menjadi fokus penanganan tim gabungan.

Di lokasi, Kapolda menerima laporan mengenai beratnya proses pemadaman. Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama.

Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar di bawah tanah sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan secara tuntas.

Kapolres Mempawah menjelaskan, kedalaman gambut di kawasan tersebut berkisar antara satu hingga dua meter, bahkan di beberapa titik mencapai sembilan meter.

Kondisi itu membuat bara api berpotensi bertahan lama meski bagian permukaan terlihat padam.

Untuk mengendalikan kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah mengerahkan patroli selama 24 jam dalam tiga shift.

Dua unit kendaraan pemadam disiagakan bersama unsur Masyarakat Peduli Api (MPA) yang turut membantu pemantauan dan pemadaman di lapangan.

Penguatan personel juga dilakukan dengan menurunkan 30 anggota Brimob.

Selain itu, Dinas Kesehatan menempatkan petugas medis di sekitar lokasi guna mengantisipasi gangguan kesehatan yang dialami petugas maupun warga akibat paparan asap.

Dalam arahannya, Kapolda meminta seluruh personel dan pemangku kepentingan memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.

Ia menegaskan pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi faktor utama yang harus dicegah secara konsisten.

Namun yang menarik, perhatian Kapolda tidak hanya tertuju pada upaya pemadaman.

Ia secara khusus meminta penyelidikan intensif terhadap kebakaran yang terjadi di wilayah-wilayah yang berada dalam area korporasi.

Pernyataan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa aparat penegak hukum tidak ingin penanganan karhutla berhenti pada proses pemadaman semata, tetapi juga menyentuh aspek penegakan hukum untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Langkah itu menjadi penting mengingat Kalimantan Barat masih menghadapi ancaman karhutla sepanjang musim kemarau.

Di sejumlah daerah, kemunculan titik panas terus terpantau dan berpotensi memicu kebakaran lebih luas jika tidak ditangani secara cepat dan menyeluruh.

Dengan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar serta cuaca kering yang masih berlangsung, Mempawah kini menjadi salah satu titik perhatian dalam upaya menahan laju karhutla yang setiap tahun menghantui Kalimantan Barat.

Berita terkait

Lepas Kontingen Jambore PKK Tingkat Sumbar, Wali Kota Sawahlunto Dorong Benchmarking dan Inovasi

Lepas Kontingen Jambore PKK Tingkat Sumbar, Wali Kota Sawahlunto Dorong Benchmarking dan Inovasi

Sawahlunto-Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda melepas kontingen PKK Kota Sawahlunto yang akan mengikuti Jambore PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi, 1–3 September 2026. Pelepasan kontingen berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026. Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan dukungannya

Riswan Idris, Rafles